Hallobogor.com, Bogor – Bunda Stunting Kota Bogor, Jawa Barat, Yantie Dedie A Rachim berjanji untuk lebih peduli kepada warga Kota Bogor yang menderita stunting atau kasus gizi buruk agar kondisinya menjadi lebih baik.

“Pengukuhan sebagai Bunda Peduli Stunting kepada saya, akan semakin mamicu untuk lebih peduli kepada warga Kota Bogor yang terkena stunting,” kata Yantie Dedie A Rachim setelah dikukuhkan sebagai Bunda Stunting di Balai Kota Bogor, Selasa (5/11/2019).

Pengukuhan Bunda Stunting dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, yang ditandai dengan pemasangan selempang yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah.



Dedie A Rachim kemudian menjabat tangan Yantie menandai dikukuhkannya sebagai Duta Stunting Kota Bogor. “Kalau saya tidak peduli seolah-olah saya tidak memiliki kepedulian terhadap anak-anak yang mengalami gizi buruk. Harus ada upaya untuk peduli kepada masyarakat korban gizi buruk,” ucapnya.

Menurut Yantie, sebagai Bunda Stunting, dirinya mengingatkan kepada kaum ibu di Kota Bogor agar lebih peduli kepada anak-anaknya terutama pada usia 0-5 tahun, yang sedang mengalami pertumbuhan. “Untuk ibu-ibu yang sedang hamil, saya mengingatkan, agar memelihara kehamilannya dengan menjaga janin dalam kandungan memiliki kecukupan gizi,” katanya.

Istri Wakil Wali Kota Bogor ini menyatakan tekadnya, dengan meningkatkan kepedulian, bahwa dirinya yang didukung oleh pihak-pihak terkait dapat meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Bogor. “Mari kita menjaga kepedulian kesehatan dan menghindari stunting dimulai dari lingkungan terkecil yakni di rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah,” katanya.

Yantie juga menyatakan tekadnya untuk rajin mengunjungi warga Kota Bogor di lingkungan yang sederhana dengan memberikan penyuluhan untuk mencegah stunting.

Yantie juga meminta bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk memberikan penyuluhan yang lebih teknis soal pemerilhaan kesehatan dan upaya menghindari stunting.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraenah, mengatakan, warga penderita stunting di Kota Bogor ada sekitar lima persen atau sekitar 2.000 jiwa. “Angka ini jauh lebih rendah dari pada daerah lainnya,” katanya, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (fik)