Hallobogor.com, Ciawi – Bupati Bogor Hj. Nurhayanti turun langsung untuk memantau pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat di Kecamatan Ciawi, Kamis (28/10/2015). Tinjauan bupati dan rombongan dilakukan secara roadshow di sejumlah desa dan finish di Kantor Kecamatan Ciawi.

Pertama, bupati meninjau pelaksanaan peningkatan jalan sepanjang 1.070 yang menghubungkan Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, dengan Desa Pancawati, Kecamatan Caringin. Didampingi Kepala UPT Teknik Jalan dan Jembatan Wilayah Ciawi Eko Sulistyo, Camat Ciawi Agus Manjar, Kapolsek Ciawi Kompol Sugiyono, Danramil Ciawi Kapten Inf. Hudori, Kepala Desa Cileungsi Baban, dan tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Bupati juga meninjau pelaksanaan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Ciawi. “Sejak tahun 2010 sudah diperbaiki sebanyak 947 unit dan sisanya masih ada 1.812 unit. Selain mengandalkan bantuan APBD, perbaikan RTLH juga dibantu dana CSR,” kata Camat Ciawi, Agus Manjar.

Usai mengunjungi UKM Yocia Milk di Desa Banjarwangi, Bupati mengecek pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Ciawi. Saat bertegur sapa dengan para pasien yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga ini, ternyata masih banyak warga yang belum mengenal wajah Bupati Bogor Hj. Nurhayanti.

Selanjutnya, Bupati meresmikan secara simbolis pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tujuh Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kecamatan Ciawi. Peresmian dipusatkan di SDN Ciawi 01.
“Saya ingin mengecek langsung apakah pelaksanaan program dan kegiatan serta pelayanan berjalan atau tidak. Jadi bukan sekadar jalan-jalan,” kata Hj. Nurhayanti.

Bupati juga berharap kepada Camat agar bekerja secara ekstra dalam melihat potensi agar daya beli masyarakat meningkat. Selain itu harus meningkatkan kerja sama dengan Danramil dan Kapolsek,” harapnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa kesehatan dan pendidikan serta perekonomian menjadi prioritas utama pembangunan di Kabupaten Bogor. “Sampai dengan 2018, diharapkan sudah semua Puskesmas dapat ditingkatkan menjadi Puskesmas plus, lengkap dengan tempat perawatannya. Sekarang ini baru 22 Puskesmas plus. Saya juga mengakui masih banyak sekolah SD yang rasio rombongan belajarnya tak sebanding dengan ketersediaan bangunan atau ruang kelas. Sekarang ini ada 1.520 SD di Kabupaten Bogor. Tapi semua tentu dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan,” jelas dia. (cep/wan)