Hallobogor.com, Bogor – Camat Tamansari, Kabupaten Bogor, Achmad Sofyan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penganiayaan terhadap sekretarisnya Ridwan oleh Polres Bogor. Selain itu, Polres Bogor melalui Kasatreskrim AKP Bimantoro Kurniawan pun telah berkirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong.

Kuasa hukum Ridwan, Anggi Triana Ismail, mengapresiasi langkah dan kinerja Polres Bogor khususnya Penyidik Unit I Satreskrim yang telah bekerja secara profesional sejak proses penerimaan laporan dari korban, penyelidikan, penyidikan, hingga menetapkan Camat AS sebagai tersangka.

“Kami mengapresiasi khususnya Unit I Satreskrim Polres Bogor di mana proses berjalan secara profesional sebagaimana Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), yang mana hal itu telah berpegang teguh pada Perkap No. 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan dan Perkabareskrim No. 3 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penyidikan,” terang Anggi Triana Ismail.



Tidak sampai di situ, kata Anggi, setelah adanya peningkatan proses hukum dari penyelidikan ke penyidikan yang tertanggal 21 Agustus 2017, Penyidik Unit I Satreskrim Polres Bogor pun telah mengirimkan SPDP No. B/183/VIII/2017/Reskrim kepada Kejaksaan Negeri Cibinong Kabupaten Bogor.

“Akan tetapi proses penegakan hukum pidana (criminal justice system) tidak hanya sampai di sini, masih berjalan sampai di mana ketukan keadilan melalui palu hakim yang berketuk dengan mengeluarkan keputusan hukum yang memiliki kekuatan hukum (inkracht van gewijsde),” katanya.

Anggi menegaskan, setelah ditetapkan tersangka kemudian minggu depan pihaknya akan melakukan pengaduan ke Inspektorat dan/atau BKPP Kabupaten Bogor. Pengaduan berdasarkan SPDP yang telah dikirim oleh Penyidik Unit I Satreskrim Polres Bogor, di mana poin 2 SPDP itu menyebutkan “Dengan ini diberitahukan bahwa pada hari Selasa 24 Agustus 2017, telah dimulai penyidikan tindak pidana penganiayaan dan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan atau membiarkan sesuatu perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 dan 335 KUHP, atas nama tersangka Drs. Achmad Sofyan, MM.”

“Kita buktikan, bahwa hukum bukanlah komoditas antara kekuasaan dan uang. Kami akan kawal terus perkara ini sampai klien kami mendapat sebuah kepastian hukum (recht zekerheid),” tandas Anggi dalam siaran persnya. (cep)