Hallobogor.com, Ciampea – Muspika Kecamatan Ciampea, kembali panggil 24 pengusaha pembakaran ilegal (cubluk) di Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Senin (21/3/2016).

Pemanggilan dilakukan, lantaran sejak penutupan dan penyegelan terhadap kegiatan ilegal tersebut beberapa pengusaha nekat mengabaikan aturan, bahkan kembali melakukan operasi. Mirisnya, beberapa kegiatan ilegal dari 24 cubluk yang membandel merupakan milik kepala desa setempat.

Camat Djuanda Dimansyah mengungkapkan, upaya ini adalah yang kesekian kali dilakukan oleh pihaknya. Namun upaya ini selalu kandas ketika para pengusaha ilegal yang terus membandel.

“Di mulai pada tahun 2013 silam puluhan penertiban maupun penutupan paksa kami lakukan, tapi mereka tetap saja nekat melawan aturan,” ungkap Djuanda kepada Halloapakabar.com.

Djuanda menambahkan, agar tidak terulang lagi saat ini merupakan upaya terakhir pihaknya memberi teguran terhadap ke 24 pengusaha cubluk tersebut.

“Kami sudah mengambil langkah tegas jika yang bersangkutan mesih nekat beroperasi, maka mereka harus berhadapan dengan hukum dan menanggung resikonya,” tambahnya.

Sebenarnya, lanjut Djuanda, upayanya sudah membuahkan hasil dengan berkurangnya jumlah kegiatan. Dirinya juga menyanyangkan beberapa kegiatan ilegal tersebut milik kades setempat.

“Dulu ada 60 tempat cubluk, sekarang berkurang menjadi 24, termasuk milik kades. Akan tetapi saya akan mengambil langkah tegas siapapun itu, karena kegiatan tersebut sudah jelas melanggar aturan yang merugikan banyak orang,” pungkasnya. (eco).