Hallobogor.com, Caringin – Wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kembali dilanda bencana alam. Lantaran terjadi setiap pekan, Caringin kini dalam kondisi siaga bencana alam.

Pekan lalu angin puting beliung di Kampung Sela Awi Desa Pasir Muncang, jembatan ambrol di Desa Cimande, dan tebing longsor di Desa Pancawati. Pada pekan ini, bencana alam sedikitnya terjadi di tiga titik. Yaitu longsor di ruas jalan Pasir Muncang Cipopokol, di Kampung Dukuh Tajur Desa Pasir Muncang, dan di Kampung Rawa Bajo Desa Cinagara. Longsor terjadi bersamaan pada Selasa malam (1/12/2015). Demikian, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Longsor tanah di Jalan Cipopokol menimpa dapur rumah milik janda berusia 50 tahun bernama Maryanah. Longsoran tanah juga menutupi jalan hampir 10 meter lebih. Namun sekarang sudah bisa dilalui oleh kendaraan.



Kasi Pembangunan Kecamatan Caringin, Udung Saidun, mengatakan, sejauh ini tercatat ada 23 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana alam. “Tak tertutup kemungkinan jumlahnya bisa bertambah, karena menurut laporan korban longsor di dua titik lain belum tercatat,” katanya.
Menurutnya, hampir 70 persen dari 12 desa se-Kecamatan Caringin dalam kondisi siaga bencana, terutama bahaya longsor, mengingat keberadaan bangunan rumah warga yang berada di antara pinggiran tebing. “Ke depannya kami akan banyak ajukan ke dinas untuk pembangunan Tembok Penahan Tebing,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Caringin Rumambi, Danramil Kapten Inf. Khoirul, dan Kapolsek AKP Hariyanto, ikut terjun melakukan evakuasi serta memberikan bantuan tanggap darurat kepada para korban.

Rumambi menghimbau kepada semua warga agar tetap waspada mengingat hujan selalu mengguyur wilayah Caringin setiap sore sampai malam. “Tetap waspada, jaga lingkungan dengan baik, jangan buang sampah ke selokan, yang bisa menghambat aliran air dan menyebabkan longsor. Semua pihak harus terlibat,” ujarnya.(wan)