Hallobogor.com, Cibinong – Sejumlah proyek besar di Kabupaten Bogor disoroti tajam Center for Budget Analysis (CBA). Mulai tahun 2017 sedikitnya ada sembilan proyek besar yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan anggaran belasan hingga puluhan miliar.

Adapun Satuan kerja yang paling banyak mengerjakan proyek di atas Rp 15 miliar adalah Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Sekretariat Daerah, dan ada Juga BUMD.

Terkait proyek besar Pemkab Bogor khusus di tahun 2017, CBA menemukan beberapa kejanggalan. Misalnya dalam proyek Pembangunan gedung  Laga Tangkas dan gedung Laga Satria yang dilaksanakan dalam satu paket pekerjaan. Satuan kerja yang bertanggung jawab adalah Dispora Pemkab Bogor.

Untuk proyek ini anggaran yang dihabiskan hanya untuk konstruksi mencapai Rp77,4 miliar lebih. Adapun perusahaan yang dimenangkan Pemkab Bogor adalah PT. Prambanan Dwipaka yang beralamat di Jl. Ngagel Jaya Tengah No. 24 – 26 Surabaya, Jawa Timur.

Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman, merinci, pagu anggaran dan HPS yang ditetapkan Dispora Pemkab Bogor sebesar Rp79,2 miliar, sangat janggal karena kelewat tinggi. Dengan tingginya Pagu anggaran dan HPS sebagai batas maksimum nilai penawaran kontrak, akan sangat menguntungkan pihak swasta yang akan ikut lelang proyek. 

Menurutnya, anggaran proyek yang disepakati terkesan di bawah dari HPS dan normal serta tidak melanggar Perpres No. 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Hal di atas dalam beberapa kasus proyek pemerintah seringkali dijadikan modus, karena pada kenyataannya harga yang efektif dan efesien seperti yang diatur juga dalam Perpres No. 54/2010 jauh lebih kecil dari nilai kontrak yang disepakati,” ujarnya.

Dalam proyek ini sendiri terdapat terdapat empat perusahaan dengan tawaran lebih rendah dari PT. Prambanan Dwipaka. Bahkan ada yang di angka Rp71 M.  “Jika asas penerapan harga yang efektif dan efesien diterapkan oleh Pemkab Bogor, kami menghitung ada penghematan sebesar Rp7,2 miliar. namun sayang itu tidak dilakukan sehingga berpotensi bocor. Hal ini tentunya janggal dan perlu diselidiki pihak berwenang,” tegas Jajang.

Berdasarkan data di atas, CBA mendorong pihak berwenang khususnya Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor agar segera membuka penyelidikan dalam proyek Pembangunan gedung Laga Tangkas dan gedung Laga Satria. “Segera panggil kepala Dispora Pemkab Bogor selaku Kuasa Pengguna Anggaran serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Yusuf Sadeli yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp enggan memberikan keterangan sepatah pun. (cep)