Hallobogor.com, Bogor – Memperingati Hari Diabetes Dunia, Kalbe Nutritionals sebuah perusahaan dengan brand Diabetasol kembali memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi yang dilakukan dalam bentuk jalan santai diabetes, senam diabetes, pemeriksaan penyakit diabetes, dialog, dan games ini, dipusatkan di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Minggu (12/11/2017).

Kegiatan yang bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) dan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) ini, diikuti kurang lebih 5.500 peserta dari berbagai kota di Jabodetabek. Mereka yang berusia tua dan muda ini didominasi kaum hawa.

Senior Brand Manager Diabetasol, Sandi Wijaya, mengatakan, melalui kegiatan tersebut perusahaannya ingin berpartisipasi dan membantu pemerintah dalam meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat untuk menekan angka penyandang diabetes yang bertambah setiap tahunnya baik di Indonesia maupun di dunia.

“Melalui Kegiatan inisiasi ini diharapkan masyarakat terpancing dengan sendirinya untuk rutin berolahraga dan mengenal pencegahan diabetes dalam mengonsumsi makanan. Yaitu jenis makanan, jumlah makan, dan jadwal makan yang teratur,” katanya.

Dekan Fakultas Kedokteran Ukrida, dr. Antonius Ritchi Castilani, yang ditemui di sela kegiatan, menjelaskan, berdasarkan data tahun 2013 penyakit diabetes masih menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan presentase 6,7 persen setelah stroke 21 persen dan penyakit jantung koroner 12,9 persen. Jumlah ini diperkirakan bakal terus bertambah hingga 11,3 juta orang pada 2030 di Indonesia dan 200 juta penderita diabetes di dunia dan separuhnya kum perempuan serta 2/5-nya usia produktif.  

“Pemicunya banyak. Dari makanan yang tidak sehat, gaya hidup, dan bawaan (genetik). Gaya hidup menjadi penyebab mayoritas, seperti sering mengonsumsi junk food,” ujarnya.

Ia menandaskan, diabetes memiliki komplikasi berbahaya. Kerap kali penderita diabetes akan mudah terserang kolesterol, hipertensi, jantung, dan pembuluh otak. “Dampaknya ke mana-mana. Multiorgan. Diabetes juga tak pandang usia dan jenis kelamin. Berdasarkan pengalaman, pengobatan penderita akut diabetes seumur hidup sehingga menjadi beban psikis bagi penderitanya. Penderitanya cenderung seperti anak kecil, malas,” ungkapnya.

Upaya preventif sederhana yang paling baik dilakukan masyarakat untuk mencegah dan menekan diabetes, kata dr. Antonius, adalah memasyarakatkan kembali olahraha sejak dini. (cep)