Hallobogor.com, Bogor – Penyakit kanker menjadi momok yang menakutkan bagi penderitanya. Bagaimana tidak, kanker seringkali berujung pada kematian. Mengingat besarnya populasi wanita di Indonesia memiliki kemungkinan terserang kanker payudara yang cukup besar, Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia (YMGPI) ingin masyarakat Indonesia dapat sedini mungkin mendeteksi adanya kanker payudara dengan mewakafkan alat kesehatan pendeteksi kanker payudara, mammogram.

Unit mammogram tersebut diserahkan kepada Dompet Dhuafa sebagai nazir untuk diletakkan di rumah sakit-rumah sakit yang dikelola Dompet Dhuafa. Penyerahan unit dilakukan di kawasan terpadu Zona Madinah Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum’at (29/11/2019).

“Alhamdulillah, ini adalah sinergi yang bermanfaat bagi umat. Sekaligus pembuktian bagi anak muda harus turut bergerak kepada kebaikan. Termasuk gerakan ini yang juga diinisiasi oleh millenial Indonesia. Dana wakaf yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa pun 60% diantaranya adalah dari kalangan millenial, antara umur 20-35 tahun,” terang Imam Rulyawan selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa.



Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus kanker terbanyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yaitu 58.256 kasus, atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker. Kanker serviks (leher rahim) merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia sebanyak 32.469 kasus atau 9,3% dari total kasus.

“Saya ingin berterimakasih kepada dompet Dhuafa atas kesempatannya dalam kolaborasi ini. Dalam kolaborasi besar dengan Dompet Dhuafa ini, kami akan mengumpulkan alat-alat kesehatan mammogram untuk nantinya disalurkan ke berbagai lembaga kesehatan Dompet Dhuafa di Indonesia. Kita memilih Dompet Dhuafa karena lembaga ini terpercaya. Sudah banyak bukti bagaimana Dompet Dhuafa mengelola dana umat untuk kesejahteraan kaum dhuafa, melalui rumah sakit gratis dan lain sebagainya,” terang Tania Nordina, selaku Ketua YMGPI.

Turut hadir dalam acara ini Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa drg. Imam Rulyawan MARS, Direktur Keuangan Dompet Dhuafa Anna Rahmawati, Direktur RST DD Dompet Dhuafa Dr. Zakaria, dan Tania Nordina selaku Kepala Yayasan Giat Peduli Indonesia, didampingi segenap jajaran komunitas YMGPI, ibu – ibu Srikandi Blogger, dan ibu–ibu aktivis Desa Jampang. Acara ditutup dengan mengunjungi Sekolah Smart Exslensia Indonesia, Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, dan Sentra Pemberdayaan Zona Madina.

Minimnya Edukasi masyarakat mengenai kanker menjadi poin perhatian para tenaga medis, terutama untuk kaum wanita. Selain faktor genetik dan polusi, makanan dan pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu timbulnya kanker. Nantinya, 10.000 perempuan dhuafa akan mendapatkan skrinning deteksi kanker payudara. YMGPI tertarik berwakaf di Dompet Dhuafa setelah melihat kiprah Dompet Dhuafa dalam upaya melayani kesehatan masyarakat. Ditambah, konsep wakaf dipadukan dalam upaya tersebut, menjadikan manfaat layanan kesehatan semakin luas. (cep)