Hallobogor.com, Bogor – PDI-P Kota Bogor kembali melakukan gerakan sosial kemasyarakatan dengan melakukan fogging. Aksi tersebut menyusul banyaknya laporan dari masyarakat soal penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bogor yang mulai bermunculan.

Tindakan ini dilakukan PDI-P Kota Bogor sebagai antisipasi guna mencegah korban berjatuhan akibat serangan nyamuk aedes aegypti dimana jenis nyamuk yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah yang mematikan itu.

“Ada 43 titik di wilayah Kota Bogor yang akan kita fogging. Kegiatan ini dilakukan berkat inisiatif seluruh pengurus partai di DPC. Ini salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat dengan cara memberantas sarang nyamuk dengan aksi fogging. Hal ini akhirnya bisa terwujud berkat kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bogor,” ujar Ketua DPC PDI-P Kota Bogor, Dadang I. Danubrata, kepada Halloapakabar.com, Kamis (04/02).



Dadang juga mengatakan, kegiatan ini hanyalah salah satu upaya dalam mengatasi penyakit DBD. Yang paling penting, adalah kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk keberlangsungan fogging, semua alat dan pembiayaan kami lakukan secara gotong royong diantara pengurus, fraksi PDIP dan Baguna. Kami juga berusaha membantu pemkot dalam penanggulangan dalam masalah DBD ini.

“Fogging dilakukan setiap mulai pagi, dari pukul 7 sampai 11 siang, karena obatnya efektif pada jam tersebut. Tiap fogging minimal 1 RW. Bekerja sama dengan pengurus RT dan RW setempat,” ujarnya.

Dari hasil laporan di lapangan, banyak warga di hampir tiap kecamatan terkena DBD. Pagi tadi dilakukan fogging di Tanah Baru, dari data yang didapat, sudah 4 warga terkena DBD, dan langsung kami tanggapi dan turun langsung bersama pengurus PAC dan ranting Bogor Utara.

Sementara kegiatan yang sama juga dilakukan di Kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat. Selanjutnya, rencana fogging besok Jumat (05/02) dan Sabtu (06/02) di Bogor Utara dan Kebon Kalapa, Minggu di Gudang, Senin di Bogor Selatan dan tempat lainnya yang dilakukan secara bergilir.

“Pokoknya, kita usahakan fogging sampai 43 titik wilayah. Dan kegiatan ini sangat didukung oleh warga karena dinilai cukup peduli dalam merespon laporan warga,” pungkasnya. (dan).