Hallobogor.com, Balaikota – Wali Kota Bogor Bima Arya sedang merancang promosi untuk Kota Bogor melalui city branding. Dia menginginkan agar Bogor tidak dicap sebagai kota sejuta angkutan kota atau angkot.

“Grup media sosial banyak diskusi tentang city branding saat ini jadi trend, kita fasilitasi di sini, maka kita undang masyarakat dan komunitas,” ujar Bima dalam diskusi City Branding di ruang Bogor Green Room, Balaikota Bogor, kemarin.

City Branding, dimaksud bagaimana menjadikan Bogor disukai, dicintai terhadap identitas yang dibawa. Ada banyak usulan slogan Kota Bogor, salah satunya Go Bogor, makanya dari luar mengajak orang dan mudah dimengerti.

“Kalau Bogoh ka Bogor orang luar (turis mancanegara, red) sedikit sulit bahasanya, kalau Go Bogor bisa Go internasional,” ujarnya. Hasil even yang sudah dibuat seperti Cap Go Meh (CGM) dan helaran, masih ada pro dan kontra. “Ini sedang di kaji, Kebun Raya Bogor juga tidak maksimal. Kita dapat dari tiket tidak lebih dari Rp1 miliar, ini dilematis,” cetusnya.

Sehingga harus menemukan kembali karakter Bogor seperti apa, sebenarnya sudah ada. Sebab, Bogor itu kota pusaka, Bogor kota hijau dan Bogor pusat kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran. Itu sudah ada, tinggal bagaimana merumuskan dan menanamkannya. Yang terpenting dari diskusi ini adalah proses yang terus berjalan dan jangan top down.

“Harus merangkul semua warga, tadi disepakati akan ada Pokja tentang identitas ke Bogoran,” beber suami Yane Ardian itu, seperti dikutip Indopos.co.id (ind)