Hallobogor.com, Bogor – Menjawab permintaan masyarakat akan hunian ekonomis berkelas di tengah perekonomian sedang lesu, PT. Trimitra Dwi Selaras sebagai pengembang Grand Parahyangan meluncurkan cluster baru Handeuleum.

Handeuleum sebagai cluster kedua setelah Hanjuang ini memiliki perbedaan spesifik. Dari sisi harga dibuka Rp800 juta, lebih murah dibanding cluster Hanjuang yang berharga Rp1,2 miliar ke atas.

Cluster Handeuleum memiliki tatanan modern luxuris di atas  lahan 5.000 m2 dengan suasana eksotis. Memiliki fasilitas lengkap dan strategis.

Cluster Handeuleum hadir untuk menjawab tingginya permintaan calon konsumen yang ingin hunian berkelas tetapi berharga murah. Ukuran luas rumah di cluster Handeuleum lebih kecil akan tetapi kaya akan desain dan ruangan. Terdiri dari 2 lantai, 3 kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dapur, 2 kamar mandi, kamar pembantu, dan ruangan penunjang lainnya.

“Cluster Handeuleum ini cocok untuk keluarga muda. Lebih ekonomis untuk kalangan menengah,” kata Direktur Umum PT. Trimitra Dwi Selaras, H. A. Ruhul Qisthi, di sela launching Cluster Handeuleum dan parade musik penutupan sebelum bulan Ramadan, Sabtu (4/6/2016).

Ruhul mengungkapkan, respons dan minat akan cluster Handeuleum sangat tinggi. Buktinya, dari 24 unit rumah di cluster Handeuleum sudah sold out 17 unit dan tinggal tersisa 7 unit. 80 persen lebih sudah terjual dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

“Harga promosi ini kami perpanjang sampai tanggal 13 Juni 2016. Setelah itu harganya naik 10 persen. Sistem pembayaran bisa dilakukan tunai, cash bertahap, dan KPR,” kata Ruhul Qisthi.(cep/dns)