Hallobogor.com, Bogor – Kadisperindag Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi, mengatakan hal yang cukup mengejutkan terkait kelangkaan gas 3 kilogram. Jika sebelumnya Hiswana Migas menyebutkan salah satu penyebabnya banyak yang hajatan, Dace mengatakan karena banyaknya peringatan Maulid.

“Terjadinya kelangkaan gas melon akibat beberapa faktor. Dari hasil pengecekan di pangkalan, penyebabnya di antaranya adanya disparitas harga antara LPG 12  dengan LPG 3 kg, sehingga banyak masyarakat beralih atau membeli LPG 3 kg. Selanjutnya peringatan Maulid serta hajatan, banyak acara-acara yang menggunakan LPG 3 kg ini,” ungkapnya.

Dace mengaku telah mendesak pihak Hiswana Migas untuk mencari solusi kelangkaan gas di masyarakat. “Alhamdulillah Hiswana Migas langsung merespons. Hari ini dilakukan operasi di wilayah Cisarua bersama dinas. Besok operasi gas 3 kg di wilayah Cibinong Citeureup,” tuturnya melalui pesan whatsapp.

Kelangkaan gas melon ini terjadi hampir merata di seluruh wilayah di Kota maupun di Kabupaten Bogor.

Kelangkaan pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram tidak bisa dianggap enteng. Yang paling merasakan dampak buruknya adalah para pedagang kecil dan penjual jajanan keliling. 

Akibat gas melon berwarna hijau yang diperuntukan warga miskin ini langka, tidak sedikit pedagang kecil yang kehilangan mata pencaharian dalam benerapa hari belakangan.

Salah satunya seperti dirasakan Imas, penjual nasi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. “Saya harus berputar mencari gas melon sampai ke Ciawi tapi tetap tidak ada. Saya selama tiga hari ini tak bisa berjualan karena tidak ada gas untuk kebutuhan masaknya baru. Baru hari ini saya dapat. Itu pun harus antre sejak pukul 06.00 pagi sampai jam 10.00. Itu pun tidak bisa beli lebih dari satu,” ungkapnya.

Imas lantas menggerutu dan mengeluhkan kondisi tersebut kepada pemerintah. “Pemerintah gimana ini, koq bisa seperti ini. Kami rakyat kecil yang jadi menderita,” ucapnya.

Kondisi serupa dirasakan Umar, seorang pedagang gorengan keliling di Cisarua. “Saya sudah keliling Cisarua dan baru dapat hari ini. Ini pun harus antre dari pagi. Saya terpaksa karena sudah beberapa hari ini tidak bisa dagang,” ujar Umar di sela antre di depan agen gas PT Abadi Putra Sejahtera, Cibeureum, Cisarua. (wan)