Hallobogor.com, Bogor – Buah pala merupakan salah satu tumbuhan buah yang memiliki pohon dengan ketinggian mencapai 8 sampai 9 meter. Buah Pala memiliki nilai ekonomis dan multiguna. Setiap bagian tanaman mulai dari daging biji hingga tempurung pala dapat dimanfaatkan untuk industri makanan, minuman, kosmetika, dan obat-obatan.

Sebagai rempah-rempah, pala banyak dijumpai dalam kuliner Indonesia tak hanya berfungsi untuk melezatkan masakan. Ternyata pala juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh sebab pala mengandung banyak nutrisi, seperti magnesium, kalium, kalsium, zat besi, dan vitamin B6. Pala juga mengandung protein yang mampu memperbaiki dan memperkuat otot.

Hanya saja selama puluhan bahkan ratusan tahun buah pala hanya diolah sebagai bahan baku obat-obatan, asinan, manisan, dodol, wajit, dan jus belaka.

Untuk dijadikan produk minuman siap saji atau (siap minum) masih banyak kendala. Siapa pun produsennya selalu menghadapi ”life time” (daya tahan lama) hasil produksinya. Paling hanya bertahan dua minggu setelah itu membusuk, keluh mereka.

Padahal buah pala itu penyedap pelezat dan pengawet bahan makanan terbaik. Jika keduanya digabung seharusnya sangat prima lezatnya dan awetnya itu.

Teori ini menjadi tantangan bagi Arif Novantadi, bagaimana membuat buah pala menjadi minuman yang lezat dan menyehatkan. Hingga suatu saat dia menemukan sebuah metode alamiah untuk mengolah buah pala menjadi minuman yang siap minum serta lezat dan memiliki khasiat dasyat bagi proses penyembuhan kesehatan tubuh manusia yang bisa awet dan tahan lama.

Awalnya metode itu ditemukan untuk membantu para produsen sirup pala. Namun mereka akhirnya menolak karena perlu modal besar. Setelah empat tahun melakukan penelitian terhadap dasyatnya khasiat buah pala, ramuan buah pala itu diproduksinya sendiri dengan merek PalaBoo. Produknya berupa minuman siap minum dalam botol segi delapan ukuran 225 mililiter.

Menariknya, minuman relaksasi yang pertama di dunia ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Setelah dibina di IPB dan di Kemenristekdikti selama satu tahun.

Merek PalaBoo ini pun telah dipatenkan atas prakarsa Pemerintah Kota Bogor c/q Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor. Kendati demikian, Arif meminta ma’af karena PalaBoo sebagai produk kebanggaaan asal Kota Bogor justru belum banyak beredar di kota Bogor sendiri. Terutama karena masih aktif melayani pesanan untuk Malaysia, Singapura, dan Bahrain.

Belakangan melayani jaringan puluhan Salon di Jakarta sebagai produk perawatan kecantikan dari dalam. Minuman PalaBoo mampu memperbaiki dan memperkuat otot. Juga dapat dengan cepat menghilangkan penat dan lelah.

Pala atau nama latinnya Myristica fragrans, merupakan komoditas perdagangan yang penting di dunia bersama lada. Buah dan biji pala merupakan rempah-rempah unggulan ekspor Indonesia. Hampir 60 persen kebutuhan pala di dunia dipasok dari Indonesia. Tanaman pala merupakan tanaman asli alam tropis Indonesia tepatnya di kepulauan Banda, Maluku. Saat ini tanaman pala sudah menyebar ke daerah lain seluruh Indonesia bahkan sudah sampai di Grenada, Amerika tengah, Asia, dan Afrika. (ryn)