Hallobogor.com, Bogor – Daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung yang melintas di wilayah kota Bogor khususnya yang melewati kawasan Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu (26/9/2018) ditinjau Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto didampingi Komandan Korem 061/Suryakencana Kolonel Inf. Mohammad Hasan beserta anggota Sekertariat Pertahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia.

Hal itu dilakukan untuk mengindentifikasi juga mengatasi sumber pencemaran sungai yang kondisinya sangat memprihatinkan. Wali Kota bersama tim menyambangi lokasi pertama DAS Ciliwung yang berada di antara dua kelurahan, yaitu Kelurahan Babakan Pasar dan Kelurahan Baranangsiang.

Saat kondisi air sungai sedang surut karena musim kemarau, Bima beserta Danrem melihat secara jelas tumpukan sampah di bibir sungai. Bahkan mereka menyaksikan masih adanya warga yang tengah melakukan aktivitas MCK di bantaran kali tersebut.

Wali Kota bersama rombongan kemudian mengarah ke Jembatan Jalan Otista. Lokasi ini merupakan aliran sungai Ciliwung sebelum masuk ke area Kebun Raya Bogor lalu ke kawasan Sempur.

Menurut Bima, program ini untuk mengajak warga agar bisa berperan aktif menjaga sumber air demi terciptanya keseimbangan ekosistem. “Masih banyak warga yang buang sampah ke sungai. Jadi hari ini melaksanakan satu kegiatan yang fokusnya untuk pengelolaan sampah di seputar Pasar Bogor dan sekitarnya yang utamanya adalah normalisasi Sungai Ciliwung yang mengalir di pusat kota,” ungkap Bima.

Program ini sesuai arahan Sekretaris Jenderal Wantannas Letjen TNI Doni Monardo yang ingin dilakukan percepatan penataan kembali DAS Ciliwung guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka ketahanan nasional.

“Tidak bisa hanya dengan sekadar imbauan, nanti kami akan membuat formula agar warga mau berperan aktif. Akan ada nilai ekonomis dari sampah yang mereka produksi setiap hari. Kami akan siapkan teknologi dan infrastrukturnya. Sungai-sungai di Bogor akan ditata lagi agar menjadi lebih bersih dan baru,” jelasnya.

Bima Arya dan Kolonel Inf. Mohammad Hasan juga sempat meninjau lokasi tempat pembuangan sampah di belakang Pasar Bogor. Di sana Bima mengatakan bahwa sampah hasil produksi pasar bisa mencapai 15 ton per harinya. “60 persen merupakan sampah organik dari sayuran dan buah-buahan. Sisanya sampah plastik,” katanya.

“Kami ingin mulai mengedukasi dan memasukkan mekanisme pengelolaan sampah di Pasar Bogor dan sekitarnya dalam memilahnya. Jadi ada teman-teman yang sudah mulai mengelola sampah plastik yang volume sampahnya sampai puluhan ton, mereka ingin mencoba menjajakinya di Kota Bogor. Sehingga bisa memberikan nilai ekonomis buat warga,” tambah Bima.

Sementara itu, Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf. Mohammad Hasan mengatakan, sampah merupakan permasalahan klasik yang penanganannya belum maksimal. “Saya dengan Pak Walikota sudah dipanggil ke Wantannas tiga kali untuk paparan mengenai Sungai Ciliwung. Sampah menjadi salah satu fokus permasalahannya. Setelah pertemuan ini akan disusun kebijakan seperti apa yang akan dilakukan,” ujar Hasan.

DAS Ciliwung di Kawasan Pulo Geulis hingga Sempur akan dijadikan pilot project dalam hal penataan dan pengurangan volume sampah. “Secara bertahap. Mungkin akan membuat jaring-jaring khusus di beberapa titik dan ada posko pemantauan sehingga saat mengalir pun sampah sedikit-sedikit berkurang. Insya allah Ini akan menjadi pilot project, kawasan lain bertahap,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga melakukan kunjungan ke Gedung Plaza Bogor yang saat ini diisi oleh swalayan Yogya dan Ramayana. Gedung itu akan habis masa kontraknya pada Oktober 2018 mendatang. Kawasan DAS CIliwung nantinya akan terintegrasi dengan penataan kawasan Suryakencana termasuk ruang terbuka hijau di bekas gedung Plaza Bogor. Bahkan di aliran DAS CIliwung akan dibuat sport tourism berbasis arung jeram dari Pulo Geulis hingga Sempur yang melintasi dalam Kebun Raya Bogor,” tandasnya. (dns)