Hallobogor.com, Bogor–  Ketua Pansel Beauty Contest revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang Kota Bogor pada Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ), Kota Bogor, Syuhairi menjelaskan penundaan hasil pengumuman pemenang beauty contest.

Mundurnya pengumuman pemenang beauty contest, menurut Syuhairi, karena adanya landasan yang harus disiapkan. Selain dilakukan verifikasi data ulang terhadap temuan temuan yang sudah dilakukan oleh tim Pansel sebelumnya terhadap perusahaan yang mengikuti beauty contest.

“Hari ini kita akan mengkroscek kembali kesesuaian data antara yang disampaikan di dalam dokumen pada saat expose dengan kondisi dilapangan. Jadi kita akan periksa ulang, apakah semuanya sudah sesuai dengan data-datanya. Karena banyak temuan-temuan yang harus diperkuat oleh landasan kebenaran, ” jelas Syuhairi, ditemui Hallobogor di ruang kerjanya, Senin (02/05/2016).

Setelah selesai di verifikasi, tim pansel akan mengajukan hasilnya kembali ke Walikota melalui Badan Pengawas (BP), untuk mendapatkan persetujuan dari Walikota.

Setelah mendapatkan persetujuan kata Dia, Pansel baru akan mengumumkan bersama perusahaan pemenang beauty contest. Jadi Syuhairi mengatakan, sampai hari ini, PDPPJ belum mendapatkan persetujuan dari Walikota, sehingga hasilnya belum bisa di umumkan.

“Untuk pengumuman pemenang beauty contest belum bisa dipastikan waktunya, dan PDPPJ terus mempersiapkannya. Kita juga belum bisa memastikan apakah hari ini akan diumumkan. Intinya hasil verifikasi selesai, segera akan kita umumkan kepada publik,”kata Syuhairi.

Diketahui sebelumnya, PD-PPJ telah menyatakan diri bahwa pengumuman pemenang beauty contest dengan berbagai tahapannya, akan diputuskan dan dilakukan pada Jumat (29/02/2016) kemarin, faktanya hingga hari ini pemenang beaty contest masih belum juga di umumkan pihak PD-PPJ.

Sekedar informasi, sebelumnya tujuh nama pengembang perusahaan PT stelah mendaftarkan diri turut ambil bagian dalam kompetisi proyek pembangunan revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang, dimana kompetisi merupakan program pemerintah pada PD PPJ, Kota Bogor, dengan proyek bernilai miliaran rupiah.

Pada tahapannya, ke tujuh perusahaan tersebut adalah, PT Pakuan Propertindo Raya Jaya atas nama M Ade Supriyatna, PT Waskita Jaya Purnama atas nama Erik Irawan Suganda, PT Braja Mustika (Arief Daryanto), PT Mulya Giri, Ruddy Ferdian, PT Maya Saribakti Utama Ade Ruhyana, PT Fortunindo Artha Perkasa Pingandi, dan PT Dumib Arief Awaludyanto. (dan).