Hallobogor.com, Cibinong – DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor melalui Ketua Tim Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, akhirnya bersedia blak-blakan. Pihaknya menegaskan bahwa mahar Rp130 juta bagi bakal calon bupati yang mendaftar ke Partai Demokrat bersifat tidak wajib.

Dede membeberkan, bahwa sumbangan yang diterima dari beberapa peserta penjaringan itu dialokasikan di antaranya untuk;

Pertama, biaya survei elektoral yang dilakukan oleh lembaga survei independen, yang lembaganya sudah direkomendasi oleh DPP.

Kedua, biaya sosialisasi dan publikasi para peserta penjaringan melalui baligho/banner/spanduk.

Ketiga, biaya iklan media cetak/media online.

Keempat, untuk biaya deklarasi dan silaturahmi dengan kader.

“Sumbangan bersifat kerelaan dan dengan persetujuan dari peserta. Artinya tidak wajib, dan faktanya memang tidak semua peserta memberi sumbangan,” tegas Dede Chandra.

Ia pun mempersilakan melakukan cross check ke para peserta penjaringan yang mendaftar ke Partai Demokrat.

“Semua pembiayaan dan penggunaannya akan kami pertanggungjawabkan serta dilaporkan termasuk kepada para peserta penjaringan. Tidak ada yang ditutupi dan akuntabel,” tandasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Erik Fitriadi yang diminta konfirmasinya terkait hal tersebut enggan memberikan keterangan. “Untuk hal tersebut silakan konfirmasi kepada partai yang bersangkutan,” katanya.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto, yang dikonfirmasi tidak memberikan jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang balon bupati/wakil bupati yang mendaftar ke Partai Demokrat Kabupaten Bogor merasa keberatan karena ditarif Rp130 juta. “Pungutan uang dari DPC Demokrat melalui tim penjaringannya katanya untuk dana survei terkait elektabilitas masing-masing kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati.

Karena tidak sesusai dengan visi dan misi saya, dengan tegas saya menolaknya. Kalau memang berani secara obyektif dalam proses penjaringan saya sangat siap, tetapi kalau segalanya diukur dengan uang, itu sama saja menciderai nilai-nilai demokrasi,” kata salah seorang peserta penjaringan balon bupati yang mendaftar ke Demokrat Kabupaten Bogor namun enggan disebutkan identitasnya meski inisialnya. (cep/has)