Hallobogor.com, Bogor – Peta koalisi partai politik di Kota Bogor menjelang Pilkada untuk memilih wali kota dan wakil wali kota makin mengerucut. Partai Demokrat, PKS, dan Gerindra, belum lama ini sudah sepakat satu gerbong dan tinggal menentukan siaap calon F1 dan F2 dalam waktu sepekan ke depan.

Hal ini terungkap saat Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor Usmar Hariman merapat ke Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor Atang Trisnanto di Sekretariat DPD PKS Kota Bogor, kemarin.

Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengatakan, koalisi ini akan disebut koalisi keumatan, kebangsaan atau apa pun nama koalisinya, yang penting usaha PKS membangun poros baru ini menawarkan alternatif kepemimpinan. “Hasil pertemuan pada hari ini sangat konstruktif, menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang segera ditindaklanjuti,” katanya.

PKS, kata Atang, menginginkan posisi terbaik. Akan tetapi apabila terjadi dinamika dan diskusi yang kemudian mengarah pada kesepakatan dengan hasil PKS mendapat porsi calon wakil wali kota Bogor, PKS tidak masalah. 

“Pertemuan ini hasilnya lebih menjanjikan dengan Demokrat dibanding PPP, terbukti dengan adanya kesimpulan. Tiga partai ini (PKS, Gerindra, Demokrat) lebih cepat menentukan kesimpulan terlebih adanya kesamaan semangat di Pilgub Jawa Barat. Kalaupun nanti PAN masuk dengan calon petahananya (Bima Arya), PAN harus mengakomodir tiga partai ini yang sudah 90 persen berkoalisi,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor, Usmar Hariman menuturkan, kedatangannya untuk membalas kunjungan PKS dua bulan lalu. “Hampir 90 persen akan jadi koalisi Demokrat dengan PKS seperti di Jawa Barat. Kami akan deklarasi dahulu koalisinya untuk calonnya nanti,” ujarnya.

Disinggung posisi Bima Arya, Usmar mengaku pihaknya belum mendapat jawaban resmi dari Bima Arya. “Sejauh ini jawaban dari calon petahana Bima Arya belum ada. Begitu pula bahasa tubuh atau gesturnya, belum ada. Karena menunggu itu lelah dan menjemukan, saya sebagai ketua partai harus merajut beberapa kemungkinan. Demokrat tidak boleh tergantung itu, maka kami menyiapkan strategi lain dengan mengunjungi PKS. Dalam politik tidak ada kawan sejati,” pungkasnya.

Hasil pertemuan dengan PKS, kata Usmar, sudah 90 persen sepakat berkoalisi ditambah Gerindra. “Tapi untuk pembagian siapa yang akan dimunculkan calon wali kota atau wakilnya dari mana belum dimunculkan dan kemungkinan ada dua partai lagi yang akan merapat,” imbuhnya. (dns)