Hallobogor.com, Cibinong – Sekitar tujuh bulan lagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Jawa Barat bakal menentukan pemimpin pilihannya. Di tengah waktu yang terus berjalan dan makin mepet ini, masyarakat pemilih dituntut untuk makin cerdas dalam menentukan pilihannya.

Figur yang siap dipilih pun cukup membeludak. Baik dari partai politik (parpol) maupun perseorangan. Di Kabupaten Bogor kini, kandidat yang berasal dari parpol yang notabene memiliki basis massa pasti, sudah dikenal masyarakat. Sebut saja yang paling selalu muncul di permukaan adalah Ade Ruhandi alias Jaro Ade dari Partai Golkar dan Ade Munawaroh Yadin alias Ade Yasin dari PPP.

Namun bila belajar dari berbagai pengalaman era pemerintahan sebelumnya, baik di Kabupaten Bogor maupun luar Bogor, pasangan politisi-birokrat menjadi paduan pas dalam memimpin daerah. Hal ini seperti dikemukakan Ketua Komunitas Penggiat Desa (KPD), Iman Taufik. 

“Paduan politisi-birokrat adalah yang paling pas. Alasannya sederhana saja, kalau F1 dari politisi maka dia nanti yang banyak berurusan soal kebijakan, berhubungan dengan eksternal. Leadershipnya harus kuat dan berani dan penuh inovasi. Sedangkan F2 atau wakilnya, dari kalangan birokrat paling tepat. F2 dari birokrat akan lebih memahami isi kinerja birokrat atau pegawai Pemkab Bogor dalam melayani masyarakat dan menjalankan pembangunan sebagai eksekutif,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, kalau disandingkan politisi dengan birokrat diharapkan akan mengurangi resistensi atau tarik menarik kepentingan antar parpol pengusung yang berkoalisi.

Lantas siapa yang paling pas figur birokrat di Kabupaten Bogor? Kadir, sapaan Iman Taufik ini menyebut nama Asep Ruhiyat. “Asep Ruhiyat yang paling pas,” ucapnya.

Kadir mengungkapkan, selama ini pengalaman Asep Ruhiyat sebagai birokrat sangat cukup, kinerjanya dalam melayani dan menjalankan pembangunan telah teruji, sangat disegani rekan-rekan dan para bawahannya, tanpa pamrih dan penuh inovasi, dan yang terpenting bersih dari kasus korupsi.

“Asep Ruhiyat juga seorang pegawai Pemda yang multi talenta. Aktif dinPMI, jago olahraga golf dan mempunyai banyak jaringan dengan pejabat, TNI, dan Polri baik di daerah maupun di pusat. Saya sendiri beberapa kali mendapat pengakuan dari para mantan bawahannya. Mau malam sekalipun ia kerjakan tugas. Apabila ada kebutuhan masyarakat atau program pembangunan yang darurat tapi anggaran APBD belum ada, Asep Ruhiyat ini paling bisa menyiasatinya, yang penting pekerjaan selesai,” beber dia.

Sementara itu, Asep Ruhiyat yang kini menjabat Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor nampaknya serius maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018. Bahkan, dirinya dikabarkan sudah dipanggil Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh setelah mengikuti penjaringan bakal calon (balon) Bupati Bogor 2018 yang dibuka DPD Nasdem Kabupaten Bogor belum lama ini.

Asep Ruhiyat merupakan sosok terakhir yang mendaftar via NasDem selai Ketua DPD NasDem Kabupaten Bogor Albert Pribadi, Kapala Desa Banjarwangi Eman Sulaeman, dan Andi Ahmadi.

“Saya telah mengikuti penjaringan yang dibuka DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor dan sudah dipanggil pak Ketum (Surya Paloh, red) bulan lalu. Beliau berpesan agar melakukan survei terlebih dulu, kalau urusan rekomendasi itu nomor dua,” kata Asep membenarkan.

Menurut Asep, keseriusannya maju di Pilbup Bogor 2018 semakin mantap setelah melihat respons baik dari masyarakat. Bahkan saat ini dirinya mengklaim telah memiliki tim yang tersebar di seluruh desa/kelurahan se-Kabupaten Bogor yang siap bergerak.

“Rekomendasi turun sekitar November-Desember, sambil menunggu saya turun ke masyarakat untuk sosialisasi. Saya juga bakal memasang atribut agar masyarakat semakin mengenal,” terangnya.

Selain itu, Asep mengatakan niatnya maju sudah mendapat restu dan dukungan dari keluarga dan kerabatnya. Terkait hasilnya nanti, dirinya menyerahkan sepenuhnya dan memilih berusaha terlebih dulu. “Apapun hasilnya yang jelas ikhtiarnya untuk mencalonkan sudah saya lakukan,” tandas Asep. (cep)