Hallobogor.com, Cisarua – Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang berhulu di kawasan pariwisata Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, memerlukan penataan yang tepat agar tetap lestari. Aktivitas pembangunan dengan menancapkan beton di bibir sungai justru bisa memperparah ekosistem sungai.

Di tangan kreatif pemuda asal Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua ini, bibir Sungai Ciliwung bukan saja bisa terlestarikan. Berkat inovasinya, bibir Sungai bisa menjadi daya tarik wisata baru di kawasan Puncak.

Adalah Iwan Setiawan, pemuda kreatif tersebut, berhasil mengubah bibir Sungai Ciliwung yang semula ditumbuhi semak belukar menjadi taman cantik. Di tamannya, tumbuh puluhan jenis bunga dengan aneka warna memikat bak pelangi.

Kesan tradisional juga tidak dihilangkan oleh Iwan. Ia dirikan pula gazebo-gazebo yang terbuat dari bambu beratapkan ilalang dan berlantai batu alam. Derasnya aliran Sungai Ciliwung di tengah sejuknya kawasan Puncak menjadi satu harmoni alam yang menyejukkan siapa saja yang berada di taman tersebut. Dampaknya, siapa pun yang berada di lokasi tidak ingin membuang sampah sembarangan, terlebih ke aliran sungai.

Iwan Setiawan pun mencoba buka kartu. Menurutnya, ramah lingkungan adalah konsep dasar yang diterapkannya dalam memanfaatkan garis sempadan sungai (GSS) sehingga bisa menjaga keasriannya. “Memanfaatkan garis sempadan sungai bukan berarti harus mengubah dan merusak alam,” katanya saat ditemui di tamannya, Jalan Hankam, Desa Leuwimalang, Cisarua.

Alhasil, berkat kreativitasnya kini taman yang ditatanya menyedot banyak wisatawan. Dari sekadar berkunjung sampai menyewa tempat untuk kegiatan rapat, reuni, atau kegiatan komunitas lainnya.

“Di sini pengunjung juga bisa berolahraga rafting menyusuri Sungai Ciliwung,” ujarnya. (wan/cep)