Hallobogor.com, Bogor – Bupati Bogor Hj. Nurhayanti sepertinya tak mau ambil pusing dengan berbagai keluhan masyarakat. Anehnya, ketika masyarakat melayangkan kritik terhadap kinerjanya Bupati malah sewot.

Hal ini salah satunya terjadi setelah janjinya ditagih warga di empat desa di kawasan Puncak terkait dana bantuan keuangan (bankeu).

Bupati Bogor Nurhayanti yang dikonfirmasi melalui whatsapp malah membalasnya dengan menyudutkan awak media. “Kalau ngga tau persoalannya harusnya konfirmasi ke DPMD,” katanya singkat.

Sebelumnya saat kegiatan launching pelayanan Paten Online di Kecamatan Megamendung, Minggu (7/1/2017) lalu, Bupati Bogor yang ditanya soal dana Bankeu juga enggan menjawab pertanyaan awak media. Ia malah memilih untuk pergi menaiki kendaraan dinasnya.

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, mempertanyakan bankeu di Kabupaten Bogor sebab banyak kejanggalan.

“Padahal sampai September 2017 saja anggaran bankeu yang bisa disalurkan ke warga jauh dari kata cukup,” katanya.

Jajang menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada tahun anggaran 2017 telah mengalokasikan anggaran belanja bankeu sebesar Rp856.123.552.000, di mana salah satunya bisa disalurkan ke pemerintah desa.

Namun, sambungnya, sampai semester 1 atau September akhir, pos anggaran tersebut baru direalisasikan senilai Rp425.544.792.315 atau 50 persen saja alias setengahnya. 

“Hal ini juga berarti Pemkab Bogor menggenjot pos anggaran bantuan keuangan sisa sebesar Rp430.578.759.685 dalam 3 bulan terakhir, ini jelas riskan dan tidak tepat sasaran,” tukas Jajang. (cep)