Hallobogor.com, Bogor – Maraknya tawuran dan beredarnya jual beli senjata tajam (sajam) via media sosial (medsos) di kalangan pelajar harus menjadi perhatian serius semua pihak. Prilaku generasi yang seharusnya fokus untuk menuntut ilmu di bangku sekolah, rusak tercoreng akibat sering terjadinya tawuran yang tak sedikit berakhir menelan korban hingga tewas.

Peristiwa terbaru tawuran pelajar yang mengenaskan di antaranya tewasnya Raihan, siswa YPHB Kota Bogor dengan luka bacokan, dan siswa SMP asal Cibungbulang Kabupaten Bogor yang tewas dengan cara duel ala gladiator.

Dinas Pendidikan Kota Bogor pun menyatakan kondisi ini sudah darurat dan sudah tidak bisa ditolelir. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Jana Sugiana, mengatakan, saat ini pihaknya sedang membahas langkah-langkah konkret guna menangani persoalan tersebut. Bahkan, jajaran pendidikan di Kota Bogor itu sudah tiga kali melakukan pertemuan.

“Saat ini kami sedang membuat materi pencegahan tawuran dari sisi edukasi. Nantinya akan dimasukkan ke dalam empat mata pelajaran antara lain Penjaskes, PKN, Agama dan Bimbingan Konseling (BK),” ujar Jana Sugiana usai melihat kondisi tiga siswa SMP Kota Batu yang kedapatan membawa sajam serta dalam pengaruh minuman keras di Sekretariat Satgas Pelajar Kota Bogor, Jumat (3/8/2018).

Jana mengatakan, materi pembelajaran pencegahan tawuran akan disisipkan menjadi muatan kurikulum di tingkat SD dan SMP. Sementara untuk tingkat SMA, kewenangannya ada di pihak Dinas Pendidikan Provinsi.

“Di empat mata pelajaran yang nantinya akan diterapkan di tingkat Sekolah Dasar yakni, kelas 4, 5 dan 6 disisipkan di mata pelajaran. Sedangkan untuk tingkat SMP diterapkan di semua kelas,” ujarnya.

Selain masuk dalam kurikulum di SD dan SMP, sambung Jana, ke depan akan diajukan untuk dibuatkan payung hukumnya berupa Peraturan Daerah (Perda) atau paling tidak berupa Peraturan Walikota (Perwali).

“Jadi, selain penanganan melalui Satgas Pelajar yang dikerjasamakan dengan jajaran kepolisian, juga melalui pembelajaran pencegahan melalui mata pelajaran yanh diperkuat dengan Perda atau Perwali paling tidak,” jelas Jana.

Dinas Pendidikan bahkan berencana akan mengajukan penambahan besaran anggaran APBD bagi Satgas Pelajar di Kota Bogor. Pasalnya, keberadaan Satgas Pelajar sangat membantu dalam penanganan dan antisipasi terjadinya tawuran pelajar.

“Kami akan perbaiki secara keseluruhan dengan menambah jumlah anggota serta mengajukan anggaran untuk operasional Satgas Pelajar,” imbuhnya. (dns)