Hallobogor.com, Bogor – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor berlangsung begitu sengit dan demokratis. Masing-masing pasangan calon mengklaim menang.

Namun berdasarkan hasil hitung cepat (quick count, red) beberapa lembaga survei nasional seperti, Riset Lingkaran Strategis (Rilis) dengan sample 3.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 7.635 TPS di Kabupaten Bogor, pasangan nomor urut 3 yakni H. Ade Ruhandi (Jaro Ade) dan Hj. Ingrid Maria Palupi Kansil (JADI) berhasil memenangkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut dengan meraih 43,05 %. 

Dengan data tersebut, dinasti politik di Bogor diperkirakan bakal runtuh. Pasalnya, berdasar survei itu pasangan nomor dua yaitu Ade Yasin (adik Rahmat Yasin) dan Iwan Setiawan hanya 35,78%. 

Di Kota Bogor, berdasarkan data rekapitulasi 747 TPS dari 1.785 TPS, pasangan nomor urut 3 Bima Arya-Dedie Rachim memperoleh 88,598 suara atau 44,8%. Sedangkan rivalnya yaitu pasangan Ahmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqien (adik Rahmat Yasin) memperoleh suara 58.646 atau 29,6%. 

Direktur Lembaga Survei Rilis, Sertia Darma, mengatakan, kemenangan pasangan JADI ada di empat daerah pemilihan dari enam daerah pemilihan. Hal ini menjadi kunci dari kemenangan pasangan JADI yang diusung oleh lima partai di parlemen yaitu, Partai Golkar, Demokrat, PKS, PAN, dan Nasdem. 

“Pasangan JADI ini menang di wilayah yang padat penduduk seperti di Kecamatan Cibinong, Gunungputri, Bojonggede, Ciawi, Citeureup, Gunungsindur, dan lainnya,” kata Sertia dalam siaran persnya yang diterima wartawan, (28/6/2018).

Ia menjelaskan, quick count itu menggunakan sistem sampling dari beberapa titik TPS saja, dan bukan dari keseluruhan TPS. Artinya, human eror itu haruslah dihitung namun keakuratan data ini bisa dipertanggungjawabkan secara logis berdasarkan disiplin ilmunya. 

“Memang quick count ini bukanlah penentu kemenangan, tapi menjadi tolak ukur seluruh calon untuk mengetahui keunggulan dalam kontestasi pilkada secara cepat kurang dari enam jam setelah pencoblosan,” bebernya.

Berdasarkan quick count Rilis, paslon nomor urut tiga Jaro Ade – Ingrid Kansil mengungguli paslon lainnya dengan persentase 43,05%, kemudian disusul oleh paslon nomor urut dua Ade Yasin – Iwan Setiawan dengan perolehan 35,78%, selanjutnya diikuti oleh paslon nomor urut satu Nungki – Bayu dengan persentase 9,80%, sedangkan paslon nomor urut lima Ade Wardhana – Asep 6,72%, dan terakhir paslon nomor urut empat Gunawan – Fikri 4,65%.

Sedangkan untuk Pilkada di Kota Bogor, pasangan nomor urut tiga yakni Bima Arya dan Dedie A Rachim juga menang telak dari semua survei yang dikeluarkan lembaga survei nasional. Pasangan nomor urut tiga ini menggunguli pasangan nomor urut satu yaitu Achmad Ruyat dan Zainul Mutaqin dengan perolehan suara melalui sistem Quick Count dari Lembaga Survei Charta Politika. Berdasarkan rilisnya, dengan data masuk 87,5%, partisipasi pemilih 62,23%, dan jumlah sample 200 pemilih. 

Berdasarkan data rekapitulasi 747 TPS dari 1.785 TPS, pasangan nomor urut 3 ini memperoleh 88,598 suara atau 44,8%. Sedangkan rivalnya yaitu pasangan Ahmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqien memperoleh suara 58.646 atau 29,6%. 

Perolehan suara lawan Bima Arya -Dedie Rachim lainnya, pasangan nomor urut 4 Dadang Danubrata dan Sugen Teguh Santoso sebesar 25.799 suara atau 13,1%. Terakhir, pasangan nomor urut 2 Edgar Suratman-Sefwelly sebanyak 24.811 atau 12,5%.

Alhasil, dalam dua survei pemilihan kepala daerah di atas, kakak beradik yaitu Ade Yasin dan Zainul Mutaqin kalah dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. (cep)