Hallobogor.com, Cibinong – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menemukan ada 290 orang penderita baru penyakit HIV/AIDS sepanjang tahun 2018 dengan mayoritas adalah laki-laki.

“Secara keseluruhan sejak 2017 hingga 2018 tercatat sekitar 554 penderita HIV/AIDS yang terdata. Untuk tahun 2018 saja sampai Desember 2018 ada 290 orang,” kata Kepala bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi di Cibinong, Selasa (29/1/2019).

Agus merinci pada 2017 penderita HIV/AIDS sebanyak 264 orang dengan jumlah 181 laki-laki dan 83 perempuan. Sedangkan untuk 2018 jumlahnya ada 290 kasus orang dengan jumlah 204 laki-laki dan 86 perempuan.

Dikatakannya data tersebut diakumulasi dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Para penderita itu berasal dari wilayah Kabupaten Bogor karena Dinas Kesehatan hanya mendata warga pemerintah tersebut.

“Kita hanya menginput wilayah Kabupaten Bogor, untuk luar Kota Bogor disampaikan ke daerah masing-masing untuk pencatatannya,” katanya.

Dari temuan kasus baru selama 2017-2018 tambahnya, mayoritas juga masih berusia produktif antara 25-49 tahun, kebanyakan dari jenis kelamin laki-laki.

Menurut Agus, mobilitas lebih tinggi dari kaum laki-laki yang kemungkinan membuat mereka rentan terkena penyakit yang menyerang kekebalan tubuh tersebut.

“Persentase kasus HIV/AIDS yang tinggi memang laki-laki. Kami akumulasi mereka berusia produktif, karena penularan ini bisa jadi terkait mobilitas, perilaku” “Misalnya, intensitas keluar malam dan berpotensi bersinggungan dengan penderita HIV/AIDS, sementara ibu-ibu atau kaum perempuan lebih banyak tinggal di rumah,” katanya.

Untuk layanan kesehatan dan pemeriksaan HIV/AIDS sambung Agus masyarakat Kabupaten Bogor sudah bisa memeriksa di 53 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Artinya kata Agus Puskesmas di 40 kecamatan bisa melayani pemeriksaan warga yang menderita penyakit HIV/AIDS, sehingga masyarakat dengan mudah bisa mengakses ke Puskesmas melihat kondisi wilayah Kabupaten Bogor luas.

Sementara itu juga kata Agus sudah ada empat rumah sakit daerah bisa melayani pemeriksaan penyakit tersebut.

“Kami (Dinas Keshatan) menyediakan obat bagi penderita HIV/AIDS juga di empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” kata dia, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (may)