Hallobogor.com, Bogor – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar, belum lama ini menginstruksikan seluruh camat di Kabupaten Bogor agar rajin memantau setiap proyek yang didanai APBD di wilayahnya masing-masing. Bukan hanya itu, setiap camat bahkan dibekali setumpuk berkas formulir untuk diisi sebagai bahan laporannya.

Dari informasi yang dihimpun Hallobogor, instruksi tersebut salah satunya untuk mengantisipasi agar pelaksanaan proyek sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga dapat menekan angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang selalu terjadi setiap tahun.

Peninjauan beberapa proyek ini seperti dilakukan Camat Cigombong, Basrowi, Senin (30/10/2017). Di antaranya pembangunan turap (talud) bronjong untuk sistem penguatan tebingan di Kampung Siliwangi RT 10/3 Desa Cigombong.



Basrowi yang didampingi Kepala Unit Satpol PP, Kasi Ekbang, Kades Cigombong, serta tokoh masyarakat sekitar ini mengecek serta menanyakan beberapa hal kepada para pekerja di lokasi proyek yang dilaksanakan oleh CV Handayani.

“Dari beberapa proyek pekerjaan yang dikunjungi, alhamdulilah semua sedang dalam pengerjaan. Bahkan ada beberapa pekerjaan yang sudah hampir selesai, salah satunya proyek pengerjaan turap bronjong di Kampung Siliwangi ini,” katanya.

Sementara itu di Kecamatan Ciawi, Camat Bambang Setiawan didampingi petugas Unit UPT Pengairan IV serta Kapolsek Ciawi juga melakukan hal serupa. Camat mendatangi empat titik proyek pembangunan jaringan irigasi yang dibiayai APBD Kabupaten Bogor. 

“Alhamdulillah empat lokasi pembangunan proyek irigasi sudah kami tinjau. Dari hasil turun ke lokasi, ke empat proyek masih tahap pengerjaan. Sebelum turun, terlebih dulu saya melihat gambar perencanaan pembangun yang ada di direksiket,” kata Bambang.

Bambang meminta kepada pihak pengawas, baik konsultan atau petugas pengairan untuk terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan ke empat proyek tersebut. 

“Biar pihak pelaksana mengerjakan proyeknya sesuai aturan, maka saya harapkan agar pengawasan terus dilakukan,” tegasnya.

Sementara, juru air UPT Pengairan IV, Dedi Junaedi berharap agar semua pelaksanaan proyek irigasi di wilayahnya dikerjakan sesuai aturan dan selesai tepat waktu.

“Dan yang penting juga, kualitas pembangunan tidak asal-asalan. Pihak ketiga lebih mengutamakan kualitas pembangunan,” tukasnya. (cep)