Hallobogor.com, Bogor – Ada suasana baru di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Gaya kepemimpinan baru ala Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama H. Deni Surya Sanjaya pun mengalir dalam melayani pelanggan dan karyawannya.

Kendati Pjs (tidak definitif, red), setidaknya gaya kepemimpinan H. Deni Surya Sanjaya akan mewarnai hingga enam bulan ke depan. Buktinya, di dalam dirinya soal prestasi bukanlah tujuan utama. Akan tetapi yang terpenting adalah pelayanan.

“Secara pribadi, yang paling penting adalah pelayanan 24 jam terpenuhi tanpa ada gangguan. Karena saya selalu berpegang pada motto, segala sesuatu mengalir bagaikan air, karena saya bekerja di bidang air,” ungkapnya yang juga masih merangkap sebagai Direktur Tehnik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, seperti dikutip Halloapakabar.com, Kamis (17/03/2016).

H. Deni Surya Sanjaya mengaku, jabatan yang diberikan kepadanya adalah suatu kepercayaan sekaligus amanah terutama dari karyawan PDAM, selain amanah dari Wali Kota Bogor. “Ini bukan tugas ringan. Langkah saya yaitu menstabilkan PDAM dan paling utama meralisasikan tingkat kesejahteeraan karyawan minimal seperti sediakala atau pun ditingkatkan. Upaya-upaya inilah yang Insya Allah akan saya laksanakan beserta jajaran struktural PDAM,” katanya.

Deni mengatakan, sejak berdiri PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada 31 Maret tahun 1977 hingga 2016 ini, sudah memiliki 139.000 pelanggan. Jumlah pelanggan terus mengalami peningkatan setiap tahun. Misalnya, pada tahun 2015 mengalami peningkatan melebihi target 80 persen atau 12.000 pelanggan.

“Pada tahun 2016 hingga bulan Maret tercatat baru ada sekitar 600 pelanggan dari target capaian 12.000 pelanggan. Namun mengingat ideal kapasitas kita hanya 110 liter/detik, identiknya penambahan 6.600 pelanggan sehingga perlu ada pengkajian ulang terkait target cakupan pelanggan. Yang jelas pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terganggu. Nanti hingga tahun 2019 itu cakupan pelanggan harus sudah mencapai 100 persen,” urai Deni.

Deni menjelaskan, saat ini pasokan air PDAM bersumber dari beberapa mata air dan pengolahan aliran sungai yang mencapai total kapasitas 1.800 liter/detik. Dengan rincian, 1.400 liter/detik dari instalasi pengelolaan air Dekeng dari Sungai Cisadane, 120 liter/detik dari mata air Tangkil, 150 liter/detik dari mata air Bantar Kambing, 70 liter/detik dari mata air Kota Batu dan di Palasari 30 liter/detik dari mata air dan instalasi pengelolaan air 20 liter/detik.

Sejauh ini, kata dia, dalam menghadapi keluhan terkait pasokan air dari pelanggan, upaya sementara PDAM mengatur distribusi air dengan sistem penutupan distribusi air pada malam hari. Hal ini dengan catatan pagi dan sore hari yang menjadi puncaknya pelayanan itu dalam kondisi baik.

Selain itu, sambungnya, upaya lain PDAM dengan membangun rite baru berkapasitas 2 x 300 liter/detik di Katulampa. Saat ini yang baru selesai pekerjaan 100 persen terbangun intake, presedimentasi dan pipa pembawa air baku yang pembiayaannya bantuan Ditjen Sumber Daya Air.

“Selanjutnya dalam waktu dekat ini akan dibangun reservoir 2 x 5.000 beserta pipa distribusi sepanjang lima kilometer bersumber dari Dana Alokasi Khusus. Sedangkan untuk pembangunan Water Treatment Plant berkapasitas 300 liter/detik masih dalam proses pengajuan ke Pemerintah Pusat melalui Ditjen Cipta Karya,” paparnya.

Sedangkan soal tunggakan pelanggan, Deni menjelaskan dari 100 persen hanya 12 persen pelanggan menunggak pembayaran. Namun begitu, menurutnya, adanya hal ini tidak begitu menggangu operasional PDAM. Ketika efisien penagihan berada pada angka 98 persen dinilai baik kecuali di bawah 90 persen.

“Untuk meminalisir, terus memperketat aturan nunggak lebih dari tiga bulan diputus setelah sebelumnya lebih dulu diberikan surat pemberitahuan. Sedangkan khusus bagi instansi melalui inkaso,” katanya.

Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mewujudkan kenyamanan dalam bekerja, dirinya akan menerapkan konsep kekeluargaan dan meningkatkan solidaritas yang tinggi. Di samping itu juga pelatihan terhadap karyawan.

“Pengetahuan karyawan pada masing-masing bidang seperti Humas itu harus kuat bidang kehumasannya. Pada bidang teknik tahu akan penanganan kebocoran pipa. Ke depan juga untuk Kabag dan Kasubag wajib menguasai bahasa Inggris,” ungkapnya.

H. Deni menambahkan, PDAM sendiri telah menerapkan konsep tarif subsidi bagi warga berkemampuan ekonomi rendah. Seperti golongan R5 ke bawah disubsidi oleh R6, 7, 8, dan niaga. “Ini merupakan fungsi sosial keberpihakan perusahaan daerah terhadap warga kecil,” ujarnya. (cep, dan, hrs).