Hallobogor.com, Cigombong – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menerapkan sistem zonasi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017. Ini sebagai salah satu upaya untuk membantu efektifitas, efisiensi perekonomian masyarakat dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah yang begitu tinggi, serta menciptakan prestasi sekolah dan anak didik yang merata.

Hal itu dijelaskan Pengawas dan Pembina Wilayah Komisariat Kecamatan Cigombong F. Efendi, usai sosialisasi PPDB di SMP Negeri Cigombong. “Sistem zonasi ini berdasarkan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2017. Berbeda dengan mekanisme tahun lalu, mentang-mentang sekolahnya bagus dan nilainya juga bagus maka si anak masuk ke sekolah favorit meskipun lokasinya jauh di kota, sementara sekolah yang dekat dilewat. Sehingga prestasi yang bagus itu adanya di sekolah-sekolah kota saja,” ujar Efendi.

Efendi menjelaskan, sistem zonasi ini juga memudahkan dalam proses pendaftaran. Karena jarak tempat tinggal orangtua calon siswa dengan sekolah itu relatif dekat. Diharapkanya, kepada pihak sekolah dan Pemerintah Desa turut membantu mensoaialisasikan sistem zonasi ini dengan menggiring warganya yang akan mendaftarkan anaknya ke sekolah yang terdekat.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Cigombong, Wahyudin, mengatakan, rencananya tahun ini sekolahnya membuka pendaftaran dengan kuota 10 rombongan belajar (Rombel) dengan jumlah siswa per kelas 36 orang, dengan 3 jalur pendaftaran. 

“Kami membuka pendaftaran dengan tiga jalur penerimaan. Pertama melalui penyeleksian jalur prestasi dengan kuota sebanyak 10 persen. Kedua dengan jalur afirmasi dengan kuota sebanyak 20 persen dan ketiga melalui jalur akademik atau reguler dengan kuota sebanyak 70 persen,” katanya.

Untuk pendaftaran dengan jalur afirmasi prestasi, lanjut Wahyudin, pihaknya telah membuka pendaftaran mulai tanggal 6 sampai dengan tanggal 9 di bulan Juni ini. Dan untuk pendaftaran jalur akademik dibuka mulai tanggal 6 sampai dengan 8 Juli mendatang. 

Sementara untuk sistem zonasi ini telah ditetapkan nilai untuk calon peserta didik baru sesuai dengan zonanya. “Untuk zona RT ditetapkan 30 poin, zona RW 24 poin, zona desa 12 poin, zona kabupaten 6 poin dan luar kabupaten 0 poin. Jadi, point per zona itu ditambahkan dengan hasil ujian nasional siswa,” tandasnya. (den)