Hallobogor.com, Cianjur – Salah satu tokoh asli Jawa Barat , Abdullah bin Nuh, diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Nama pejuang sekaligus sastrawan Islam ini kembali diajukan setelah tim pengusul menemukan dokumen baru yang membuktikan Abdullah bin Nuh berjasa bagi negara.

Melalui siarannya di radio milik negara, Indonesia berhasil mendapat pengakuan pertamanya sebagai bangsa merdeka dari dunia internasional.

“Kami mencari bukti ke Perpustakaan Nasional dan Arsip Nasional. Namun untuk mencari bukti bahwa benar siaran radio itu ditangkap di Mesir, kami memutuskan pergi ke Mesir, Mei 2015 lalu.

Alhamdulillah bukti itu kami temukan,” ujar Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Barat Nina Harlina Lubis beberapa waktu lalu.

Abdullah bin Nuh merupakan tokoh yang lahir di Cianjur pada 30 Juni 1905 dan wafat pada 26 Oktober di Bogor. Dia putra dari pasangan Raden Muhammad Nuh bin Idris dan Raden Aisyah binti Rade Sumintapura.

Pengajuan nama Abdullah bin Nuh sebagai pahlawan nasional ini menjadi yang kedua kali. Sebelumnya, pada 2010 lalu, pengajuan Abdullah bin Nuh gagal akibat kurangnya bukti yang menyebutkan Abdullah bin Nuh telah berjasa bagi negara.

Namun, nama Abdullah bin Nuh kembali diusulkan setelah tim mendapat novum atau bukti baru. Seperti dikutip Okezone.com, berdasarkan bukti yang didapat tim, Abdullah bin Nuh ternyata juga seorang penyiar di radio.

Dengan kemahirannya berbahasa Arab, dia kerap menyiarkan kondisi Indonesia di awal kemerdekaan. Siaran itu disiarkan ke berbagai negara di Timur Tengah.

Sebelumnya, meski Indonesia telah menyatakan merdeka pada 17 Agustus 1945, namun Tanah Air tetap dijajah oleh Belanda yang menggeser kedudukan Jepang. Kondisi tersebut kerap dilaporkan Abdullah bin Nuh melalui siaran radio berbahasa Arab.

Dalam siarannya, dia berulang-ulang mendesak negara-negara di Arab untuk mengakui kedaulatan Indonesia.

Surat kabar Mesir, Al-Ahram, memberitakan bahwa Raja Farouk, pemimpin Mesir kala itu, mengakui bahwa dia mengetahui kondisi Indonesia pada awal kemerdekaan dari radio Indonesia. Dari siaran itu, akhirnya Mesir mengakui kedaulatan Indonesia.

Mesir pun menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan tersebut lantas dibuktikan dengan diundangnya H Agus Salim ke Mesir untuk menerima pengakuan kemerdekaan tersebut. (Abu)