Hallobogor.com, Bogor – Retribusi parkir di Kota Bogor tahun 2015 melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) mencatat pencapaian retribusi parkir di Kota Bogor mencapai Rp 1.948.105.000, dan realisasinya Rp 2.035.540.000 dengan persentase 104,49%.

Kepala Seksi (Kasie) Perparkiran DLLAJ Kota Bogor, Rudi Partawijaya, menjelaskan, pencapaian retribusi parkir di Kota Bogor, sesuai SK Walikota Tahun 2015 bulan Agustus 3 Nomor surat 551.11.45/242 Tahun 2015, dimana ada 42 ruas jalan dan 66 titik lokasi parkir di Kota Bogor.

Rudi juga mengatakan, pencapaian target retribusi parkir untuk Kota Bogor dibagi dalam dua tahap, yaitu retribusi parkir tepi jalan umum dengan target 1.794.304.000 realisasi 1.837.685.000 perssntasi 102,42 %. Retribusi tempat khusus parkir target 153.846.500 dengan realisasi 197.855.000 dengan persentase 128,61 persen.

Dikatakan Rudi, daerah potensial hampir 90 persen di Kecamatan Bogor Tengah dengan wilayah seputar Pasar Anyar atau Kebon Kembang. Jl dewi sartika, Ma Salmun, Nyi Raja Permas, Jalan Mekah, Gedong Sawah, Sawo Jajar dan Jalan Pengadilan, termasuk Jalan Suryakencana Siliwangi Otista, Jalan Roda, Jalan Lawang Saketeng, dan Rangga Gading.

Adapun selain di Kecamatan Bogor Tengah, retribusi parkir ada juga di daerah lain, seperti di Kecamatan Bogor Selatan, namun pendapatan tidak sebesar dibanding di Kecamatan Bogor Tengah.

“Di Bogor Selatan ada, namun retribusi sangat minim. Ada tiga titik lokasi parkir, antara lain, Jalan Batutulis, Bale Kambang, Empang, termasuk Bogor Utara Jalan Arya Widura dan Bogor Timur Jalan Bina Marga,” ujar Rudi kepada Hallobogor.com, ditemui diruangannya, Kamis (07/01).

Sementara untuk keputusan penambahan pencapaian target PAD kedepan di tahun 2016 untuk potensi retribusi parkir, akan dilakukaan didaerah Sempur. Namun penambahan itu tergantung dari hasil, apakah terus stabil atau naik.

“Maka itu akan diketuk jadi penambahan. Sementara kalau ada penurunan tidak jadi didaftar. Nunggu ketuk palu dahulu bagaimana perkembangannya. Sehingga tidak asal menentukan penambahan titik loksi parkir,” kata Rudi. (dan)