Hallobogor.com, Bogor – Komunikasi merupakan kegiatan yang paling dilakukan oleh manusia. Mulai bangun tidur hingga nanti pas mau tidur kembali. Public Relations atau humas adalah salah satu bagian pekerjaan yang fokus untuk mengatur bagaimana komunikasi itu efektif dan efesien baik di internal maupun eksternal perusahaan tersebut.

Namun sering kali karena komunikasi yang dilakukan baik secara personal maupun lembaga justru semakin menimbulkan masalah. Karena itu diperlukan keseriusan untuk mencari solusi supaya komunikasi yang dilakukan bisa membuat hidup kita lebih baik lagi.

Komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi sendiri dilakukan dengan dua cara yaitu lisan dan non lisan atau bisa disebut juga dengan komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Tetapi, diera milenial salah satu komunikasi yang sering dilakukan adalah menggunakan media seperti gadget atau telepon genggam.



Generasi milenial diuntungkan dengan kemudahan media komunikasi karena pada generasi sebelumnya komunikasi tidak sepraktis atau semudah di era milenial ini. Keberadaan media sosial memang dirasakan banyak manfaatnya. Namun, penggunaan media sosial banyak atau seringkali tidak menggunakan etika berkomunikasi yang baik dan benar, dan kebanyakan pengguna media sosial di era milenial ini menggunakan tutur bahasa yang tidak sepantasnya diucapkan karena semua kalangan dapat mengakses atau melihat konten tersebut dari segala aspek.

Untuk itu, dosen Universitas Bina Sarana Informatikan (UBSI) Jakarta, dalam rangka pengabdian masyarakat, memberikan Pengenalan dan Pembinaan Tentang Seputar Perkembangan Komunikasi dan Public Relations.

Dosen UBSI tersebut dipimpin oleh Priatno, M. Kom bersama Elpa Hermawan, S.I.Kom, MM dan tim lainnya seperti Ghifary Muhammad Arasta, Gema Irhamdhika, Yogi Ariska, dan Reza Dwi Hirmawan

Mereka memberikan pengenal seputar sejarah lahirnya komunikasi dan perjalannya hingga sekarang kepada puluhan siswa-siswa PKBM (pusat kegiatan belajar mengajar) Paket C (setara SMA) Ar Rahman Parung 17 maret lalu.

Pembinaan mengenai komunikasi dan Public Relations ini untuk memberikan pencerahan kepada kaum milenial bahwa komunikasi dan Public Relations bisa membantu mereka untuk lebih cepat sukses dan bisa membuat hidup mereka lebih diterima oleh dunia luar.

Kebetulan, siswa-siswa PKBM Ar Rahman ini sebagian besar adalah anak milenial yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah reguler tapi sangat aktif di masyarakat.

Dalam memberikan pencerahan ini, Elpa Hermawan dan Priatno bekerjasama dengan pengurus Yayasan Ar Rahman Parung.

Menariknya dalam pengabdian masyarakat kali ini, Elpa Hermawan sebagai pemateri menjelaskan untuk berbagai bentuk komunikasi mulai komunikasi intrapersonal, antarpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi hingga komunikasi antar budaya.

Dan tidak kalah pentingnya dan kurang dibahas oleh masyarakat adalah komunikasi transendental. Yaitu komunikasi antara manusia dengan tuhannya.

Dalam pengabdian masyarakat kali ini, dosen UBSI juga memaparkan bahwa siapapun dan apapun jenis profesi masyarakat Indonesia semuaya adalah Public Relations bagi bangsa Indonesia.

Karena itu penting bagi kaum milenial untuk terus berbicara yang baik di berbagai sosial media yang mereka miliki. (cep)