Hallobogor.com, Bogor – Wakil Sekjen DPP PPP, Andi Surya Wijaya (ASW) mengimbau para kadernya agar tak salah jalan dalam memilih pemimpin. Hal itu dikatakannya lantaran belakangan ini partai berlambang Ka’bah sempat dilanda konflik dualisme kepemimpinan antara kubu Romahurmuziy (Romy) dan Djan Fariz.

“Saya sengaja kumpulkan kader disini sebab belakang ini partai sempat dilanda konflik. Saya imbau semoga kader tidak salah jalan dimana kita harus berdiri,” ujar ASW dalam pidato singkatnya usai berbuka puasa bersama di Sekretariat DPC PPP Kota Bogor, Sabtu (25/6/2016).

Sedikit bercerita kepada kader soal konflik, ASW juga bersyukur setelah adanya muhtamar di Bandung yang melahirkan rapat kerja (raker) selama tiga hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur dengan hasil empat rekomendasi.

Adapun empat rekomendasi hasil rapat kerja beberapa waktu lalu, pertama, menargetkan posisi tiga besar pada Pemilukada akan datang. Kedua, PPP akan melakukan konsolidasi organisasi mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, serta tingkat kelurahan atau desa.

Kemudian, membentuk badan pemenangan pemilu (Bappilu) yang diketuai oleh HM. Mardiono untuk merealisasikan target Pemilu Legislatif 2019 sebanyak 77 kursi dan terakhir mematangkan kader untuk Pimilukada DKI Jakarta mendatang.

Dengan demikian, lanjut politisi yang menjabat anggota DPRD Kota Bogor itu, PPP tinggal konsolidasi di tingkat wilayah untuk menyatukan kembali pemikiran yang belakangan ini sempat terpecah dengan adanya konflik kemarin.

“Makanya kita buat acara silaturahmi Bukber yang tidak mengundang partai lain, bahkan Walikota sekalipun,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan ini para kader PPP antara lain Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Zenul Mutaqin, Anggota Komisi A DPRD Kota Bogor Achmad Aswandi dan jajaran pengurus partai dan ranting lainnya. Sebelum berbuka, ASW yang juga merangkap sebagai Ketua DPC PPP Kota Bogor itu juga mengajak para pengurus ranting PPP untuk membagikan takjil kepada pengendara motor maupun angkutan kota yang melintas di kawasan Sekretariat. (hrs).