Hallobogor.com, Cibinong – Diskusi bertajuk “Mencari Solusi Konflik Buruh VS Pengusaha,” belum lama ini digelar di DPRD Kabupaten Bogor, di Cibinong. Diskusi ini kerja sama Kelompok Wartawan DPRD Kabupaten Bogor bersama Komisi IV yang mengurusi bidang kesejahteraan rakyat.

Topik perselisihan buruh dengan pengusaha sebagai pemilik modal ini dipilih lantaran masih banyak terjadi di Kabupaten Bogor. Akan tetapi, seperti dikemukakan kalangan Anggota DPRD Kabupaten Bogor, masih sangat disayangkan penanganan perselisihannya masih buruk.

Dalam diskusi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Amin Sugandhi, meminta para pengusaha yang tidak menjalankan aturan dannrekomendasi dari Disnaker harus ditindak tegas, karena selama ini rekomendasi tersebut sering diacuhkan.



“Bukan hanya tidak dijalankan tetapi dilecehkan. Memang benar anjuran sifatnya tidak mengikat, tapi jangan biarkan kalau dilecehkan,” kata Amin.

Politisi Golkar yang juga pernah menjadi aktivis buruh ini menilai, penanganan perselisihan buruh di Bumi Tegar Beriman masih sangat buruk. 

Pemerintah, kata Amin, seringkali berdalih sengketa buruh dan pengusaha selalu merujuk aturan yang tak berujung penyelesaiannya yang tepat. “Tapi faktanya, banyak perusahaan tidak menjalankan aturan dan itu dibiarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat membenarkan masih adanya permasalahan buruh dengan para pengusaha. Tapi ia berkilah tidak begitu banyak.

“Tidak sampai 20 persen, dan itu bisa diselesaikan. Memang ada masalah krusial yang berlarut-larut,” timpalnya.

Yous malah mengatakan, yang lebih terpenting saat ini dalam pembahasan tenaga kerja di Kabupaten Bogor yang mesti mendapat perhatian adalah soal tingginya angka pengangguran. “Tingkat pengangguran kita tinggi 10,1 persen,” tandasnya. (cep)