Hallobogor.com, Dramaga – Tiga unit rumah milik keluarga Heri, Edi, dan Mawi di Kampung Randusari RT 6/3, Desa Sirnasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, nyaris ambruk digerus longsor pada Jumat petang (21/4/2016).

Tebingan sepanjang 10 meter dengan ketinggian 3 meter itu bahkan menjebol dinding kamar rumah milik keluarga Mawi yang bertepatan berada di bawahnya.

“Untungnya peristiwa itu tidak mengenai Putriana, anak saya yang saat itu sedang mandi bertepatan di sebelah kamar yang jebol,” ungkap Mawi, seperti dikutip Halloapakabar.com, Kamis (21/4/2016).



Mawi menjelaskan, saat itu sekitar pukul 16.00 sore hari, wilayahnya memang sedang diguyur hujan yang cukup deras. “Tiba-tiba terdengar suara gemuruh disertai ambruknya pondasi tebingan di belakang rumah hingga membuat seisi rumah semua ketakutan, termasuk anak saya yang sedang mandi sampai berteriak,” bebernya.

Menurut Cacah (65), warga sekitar, gejala akan ambruknya dinding tebingan sebenarnya sudah lama dikuatirkan warga. Penyebabnya adalah seringnya getaran alat berat milik pengembang Dramaga Cantik yang sedang melakukan cut and fill disertai pemadatan tanah yang hanya berjarak 10 meter dengan pemukiman warga.

“Imbasnya 30 rumah selalu bergetar seperti gempa. Terkadang saya pun sering berlari keluar rumah karena takut terjadi yang kini menimpa dua rumah tersebut,” tukasnya.

Cacah mengatakan, selain tiga rumah yang kini kondisinya mengkuatirkan, sebelumnya 15 rumah lainnya juga mengalami retak pada tembok dindingnya karena getaran aktivitas alat berat. “Harus ada perhatian dari pemerintah,” tegasnya. (eco)