Hallobogor.com, Bogor – Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Panca Marga (PPM) dan Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Bogor menggelar konsolidasi dalam rangka mensikapi situasi yang berkembang di tubuh PPM , dan meluruskan berita – berita yang berhubungan dengan pelantikan organisasi yang mengatas namakan PC PPM, di Gedung Tegar Beriman, pada Rabu (27/11/2019).

Acara tersebut dilaksanakan di kantor LVRI Jl. Panaragan Kelurahan Panaragan Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, kegiatan rapat konsolidasi PC PPM dengan markas cabang LVRI Kabupaten bogor, dihadiri oleh 50 orang yang terdiri dari Ketua penurus markas cabang LVRI Kabupaten Bogor, Ketua Deparcab PC PPM Tjetjep R Anwar, Ketua PC PPM Kabupaten Bogor Alimudin berserta jajaran dan Ketua Ranting PPM se Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya Wakil Ketua PC PPM Kabupaten Bogor Firman mengatakan, seperti yang diketahui oleh kader PPM di Kabupaten Bogor, bahwa saat ini terjadi dualisme kepemipinan PPM, baik di tingkat Kabupaten Bogor, tingkat Provinsi, maupun di tingkat pusat.



“Namun hal ini kita perlu ketahui mana yang baik dan yang sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD – ART) disitu teman-teman harus bisa memahami,” kata Firman.

Dengan adanya kondisi seperti ini kami sangat prihatin dan sedih, hal ini bisa terjadi di Bogor. Untuk itu, pada kesempatan ini diharapkan, Ayahanda LVRI dapat memberikan arahan kepada kami, harus apa dan harus bagaimana kami harus mensikapinya.

Sementara Ketua PC PPM Kabupaten Bogor Alimudin menyampaikan, kita sebagai kader PPM dan generasi penerus pejuang kemerdekaan harus lebih bisa dan tepat dalam memahami tentang organisasi yang benar.

“hari ini kita merapat ke orang tua kita LVRI, karena kita wajib berbangga hati sebagai keturunan pejuang dan tetap semangat dalam menjalankan roda organisasi yang kita cintai ini,” ujarnya.

Hal ini terbukti, pada pelaksanaan Muscab VII PC PPM Kabupaten Bogor Tahun 2019, dihadiri 27 Ketua ranting, dalam acara tersebut, semuanya secara syah memiliki SK kepengurusan yang masih berlaku, disamping itu Muscab VII, di hadiri oleh Ketua PD PPM Provinsi Jawabarat, Ketua LVRI Kabupaten Bogor dan ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor.

“Pada kesempatan yang kita bahas hari ini, bukan masalah jabatan, namun penyelamatan organisasi yang seharusnys tidak seperti ini, karna membingungkan orang tua kita (Veteran). PPM merupakan putra putri Veteran beserta keturunannya, sesuai dengan AD/ART PPM, ketika punya keinginan untuk memimpin lembaga PPM, harus dapat memperlihatkan bukti autentiknya kepada Veteran Republik Indonesia,” jelas Alimudin.

Masih kata Alimudin, selaku pimpinan cabang yang Syah, menghimbau kepada seluruh kader PPM, kita harus kompak, kita jangan berkecil hati karena kita sudah berkabar ke semua instansi terkait dengan melapirkan hasil MUSCAB VII berikut bukti keabsyahan kita secara hukum, dan juga dengan lintas Organisasi Masyarakat (Ormas).

Muscab VII PC PPM yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2019, semua sudah memenuhi persyaratan. Namun, berkaitan dengan Muscab yang kembali digelar, kami merasa prihatin, karena ketua terpilihnya tidak bisa memperlihatkan Skep orang tuanya, sebagai anak Pejuang.

“kita tidak boleh takut karena kita anak pejuang, dengan adanya di kacaukan oleh oknum yang mengatasnakan PPM. Insya Allah dengan bimbingan ketua LVRI dan Papih Rachmafi selaku seuseupuh LVRI Kabupaten Bogor, kita tetap dan bisa terus berkiprah dalam membesarkan PPM di Kabupaten Bogor,” harapnya.

Kita harus bangga dengan PPM karena kita bisa seperti ini juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Kita ada di jalan yang benar, Muscab yg kita gelar adalah Muscab yang sesuai dengan AD/ART PPM, dan kita memiliki keabsyahan secara hukum, dan kita punya legalitas serta Skep Kemenhumkan juga ditandatangani Kesbangpol, pungkasnya. (den)