Hallobogor.com, Bogor – Ratusan saksi Partai Nasdem se-Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Bogor digojlok melalui training of trainer (TOT) atau pelatihan untuk pelatih di Hotel Anggraini, Cisarua, selama dua hari, Sabtu-Minggu (22-23/9/2018). TOT untuk para saksi ini guna pemenangan Partai Nasdem pada Pemilihan Legislatif (Pileg) April 2019.

TOT yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten ini dimotori duet tandem Calon Anggota Legislatif (Caleg) Sondang-Wahyudin (Sowan). Yakni, Sondang Tarida Tampubolon yang merupakan Pengurus DPP Nasdem sekaligus Caleg nomor urut 2 DPR RI dari Dapil V Jabar Kabupaten Bogor dan Wahyudin alias Acil yang merupakan Caleg DPRD Kabupaten Bogor nomor urut 8 dari Dapil III.

Pembukaan TOT yang dipandu artis pelawak Temon ini juga dihadiri Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa dan Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bogor yang juga Caleg No. 1 untuk DPRD Provinsi Jabar Albert Pribadie.

Dalam kesempatan tersebut, Saan Mustopa mengemukakan bahwa Partai Masdem udah melakukan TOT bagi para saksi dan kader sejak dua tahun silam baik tingkat DPW, DPD, dan saat ini tingkat TPS.

“Ini adalah bagian dari proses pendidikan politik. Kami ingin memastikan pada 2019 sudah siap mengikuti Pileg. TOT ini sangat penting dan strategis, di antaranya untuk antisipasi jangan sampai suara Nasdem hilang dan mengajak masyarakat agar datang ke TPS. Nasdem menargetkan sampai Desember 2018 bisa merekrut semua saksi,” katanya.

Saan menjelaskan, perekrutan saksi untuk Kabupaten Bogor merupakan yang terbanyak di Jawa Barat diikuti Kabupaten Bandung. “Merekrut saksi untuk ditempatkan di 15 ribu TPS itu tidak gampang. Harus serius di semua tingkatan. Nasdem sendiri menargetkan 10 kursi untuk DPRD Kabupaten Bogor, dua kursi DPR RI dari Kabupaten Bogor, dan dua kursi untuk DPRD provinsi dari Kabupaten Bogor. Sedangkan Oktober 2018 nanti khusus pelatihan untuk caleg agar berkualitas dan kalau terpilih benar-benar sehat. Maka kami berharap para caleg Nasdem mulai rajin turun ke masyarakat,” paparnya.

Saan juga memotivasi para saksi dan kader Nasdem bahwa politik adalah sebuah proses yang panjang. Bukan sesuatu yang diraih dengan dadakan. “Kita harus membangun interaksi dan hubungan baik dengan masyarakat. Hasil sangat dipengaruhi oleh proses. Target Nasdem menjadi pemenang 3 besar di 2019 tak mungkin tercapai kalau caleg dan pengurusnya mengabaikan proses,” ungkapnya.

Sementara itu, Sondang mengatakan, peserta TOT diikuti oleh semua saksi dari 7 kecamatan dan 73 desa. “Sebetulnya ini sudah berjalan sejak tiga bulan lalu. Ini akumulasi dari perekrutan sebelumnya di Dapil III Kabupaten Bogor. Saya sendiri memilih tandem dengan Acil alias Wahyudin karena ia tokoh muda yang punya banyak jaringan banyak. Dengan duet dengan Acil langkah menjadi lebih ringan. Anggota keluarga Acil saja capai 1.000 orang,” ujarnya.

Acil sendiri menambahkan bahwa pelatihan saksi ini sangat penting dan strategis. “Tapi kami tidak merekrut saksi asal-asalan. Dari 2.200 TPS se-Dapil III, saya menargetkan saksi Nasdem terisi di 1.700 TPS. Para saksi ini sekaligus jadi agen pendulang suara. Setelah TOT mereka akan terjun ke masyarakat,” ucapnya.

Acil mengakui salah satu kendala yang ditemui di Dapil III adalah soal ketokohan. Karenanya, kata Acil, hal itu harus disiasati dengan membangun sistem networking (jaringan) dalam memperkuat perekrutan suara, meningkatkan inovasi, mengubah mindset masyarakat agar tidak pragmatis, serta mencari pemilih cerdas. “Suara Nasdem di Dapil 3 pada 2014 sekitar 10 ribu. Pada Pileg 2019 kami menargetkan 25 ribu,” ujarnya. (cep)