Hallobogor.com, Bogor – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (Sidak) gas subsidi 3 kilogram ke sejumlah pelaku usaha restauran, rumah makan cepat saji dan toko-toko makanan, Selasa (22./03/2016).

‪Sidak diawali dengan menyisir sejumlah rumah makan yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani. Lantas dilanjutkan ke restauran dan rumah makan di kawasan Jalan Soleh Iskandar. Namun dalam sidak tersebut, tak satu pun ditemukan para pelaku usaha menggunakan gas 3 kg.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, bersama sejumlah petugas Satpol PP dan Hiswana Migas Bogor sidak dilanjutkan ke salah satu ruko yang berada di kawasan sama. Di rumah makan Soto Karak petugas berhasil menemukan 2 tabung gas 3 kg.

“Memang sebagian besar para pelaku usaha sudah menggunakan gas 12 kg. Namun, ada beberapa restauran kelas menengah keatas memakai gas 3 kg. Kita temukan tadi 2 tabung gas 3 kg bertulisan hanya untuk masyarakat miskin. Artinya mereka mengambil keuntungan dari gas 3 kg ini,” ujar Kepala Disperindag Kota Bogor, Bambang Budiarto disela sidak.

Bagi pelaku usaha nakal ini,  pihak Disperindag mengaku akan memberikan sanksi teguran mulai dari 1, 2 dan 3 hingga saksi selanjutnya. Meski begitu, dikarenakan kali ini bersifat pembinaan, kata Bambang, gas 3 kg yang sudah kosong itu akan ditukar dengan gas 5,5 kg.

“Sesuai ketentuan dari Pertamina, 2 tabung gas 3 kg bisa ditukar dengan tabung gas 5,5 kg dengan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp104 ribu,” jelas Bendahara Hiswana Migas Bogor, Iren Hartanto.

Rupanya penggunaan gas subsidi 3 kg seakan marak digunakan pelaku usaha lainnya. Di restauran Dua Saudara yang berada di kawasan Jalan Soleh Iskandar, berhasil ditemukan 9 tabung gas 3 kg. Dikarenakan telah mendapat teguran sejumlah barang tersebut langsung disita oleh Disperindag. (hrs).