Hallobogor.com, Cibinong – Pemerintahan Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo terus berbenah diri. Pembenahan yang dilakukan di antaranya terkait efisiensi dan efektifitas anggaran baik di tingkat pusat maupun daerah.

Belum lama ini, berbagai media pun mulai ramai menginformasikan seputar menumpuknya anggaran negara di bank. Hal ini terungkap dalam acara Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, seperti dikutip Halloapakabar.com, kamis (4/8/2016).

Hal ini tentu menjadi menarik lantaran beberapa bulan belakangan tingkat penyerapan anggaran oleh kementerian/lembaga dan beberapa pemerintah daerah rendah.

Salah satunya wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah yang memiliki APBD terbesar di Jabar yakni sekitar 6 triliun, ternyata uangnya mengendap di bank sebesar Rp 1,9 triliun. Dan akhir tahun 2015 lalu jumlah Sisa Laporan Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Bogor mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Hal tersebut langsung disikapi oleh Bupati Bogor, Hj Nurhayanti. Ia mendadak mengumpulkan para pejabat di gedung Pendopo Bupati Bogor, di Cibinong.

“Saat ini Bupati Nurhayanti memang sedang rapat, salah satunya membahas dana itu,” kata salah satu pegawai Pemkab Bogor di lokasi, Kamis (4/8/2016).

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan ada sekitar 10 Pemerintah Provinsi terbesar yang masih suka menyimpan dananya di bank.

“Ini ada 10 terbesar provinsi yang menyimpan dananya di bank. Kita mulai buka-bukaan,” kata Presiden saat membuka acara Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta.

Jokowi menyebut Provinsi DKI Jakarta yang terbesar yang masih menampung dananya di bank. “Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama), duitnya emang gede, tapi nyimpennya (di bank) juga gede. Masih ada Rp 13,9 triliun,” ungkap Presiden.

Berikut daftar 10 besar pemda yang menyimpan dananya di bank berdasarkan paparan Presiden Jokowi:

Provinsi: 
1. DKI Rp 13,9 triliun
2. Jabar Rp 8,03 triliun
3. Jatim Rp 3,9 triliun
4. Riau Rp 2,86 triliun
5. Papua Rp 2,59 triliun
6. Jateng Rp 2,46 triliun
7. Kaltim Rp 1,57 triliun
8. Banten Rp 1,52 triliun
9. Bali Rp 1,4 triliun
10. Aceh Rp 1,4 triliun

Kota: 
1. Medan Rp 2,27 triliun
2. Surabaya Rp 1,85 triliun
3. Tangerang Rp 1,63 Triliun
4. Cimahi Rp 1,52 triliun
5. Depok Rp 1,31 triliun
6. Semarang Rp 1,13 triliun
7. Magelang Rp 1,1 triliun
8. Tangerang selatan Rp 1,03 triliun
9. Serang Rp 948 miliar
10 Mojokerto Rp 917 miliar

Kabupaten: 
1. Bogor Rp 1,9 triliun
2. Badung Rp 1,6 triliun
3. Bandung Rp 1,6 triliun
4. Bekasi Rp 1,5 triliun
5. Tanah laut Rp 1,3 triliun
6. Kediri Rp 1,39 triliun
7. Berau Rp 1,37 triliun
8. Mimika Rp 1,37 triliun
9. Nias Rp 1,3 triliun
(Cep/yad)