Hallobogor.com, Bogor – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, menegaskan, pidato Prabowo yang menyinggung tentang Indonesia akan bubar pada tahun 2030 bukanlah merupakan pernyataan asli milik Prabowo.

“Jadi yang mengatakan itu bukan Pak Prabowo. Pak Prabowo itu mengutip kajian-kajian termasuk yang tertulis di dalam novel dan sebagainya. Ada juga di dalam buku biografi jenderal Amerika dan sebagainya yang memprediksi seperti itu,” ujarnya saat menghadiri Festival Pencak Silat dan Saresehan Budaya Sunda di Mall Botani Square, Kota Bogor, Kamis (29/3/2018). 

Fadli menjelaskan, dalam buku kajian-kajian yang dikutip oleh Prabowo itu terdapat pembahasan tentang skenario rencana yang menggambarkan blue print masa depan seperti yang ditulis oleh Samuel Huntington dan Alvin Tofler.

“Masa depan itu ada blue print-nya, dibuat oleh penulis-penulis seperti Samuel Huntington, Alvin Tofler. Mereka penulis-penulis tentang rancangan masa depan,” kata dia.

Fadli juga membantah bahwa pidato Prabowo itu sebagai bentuk kepesimisan tentang Indonesia pada masa yang akan datang. Hal itu justru harus dianggap sebagai sebuah kewaspadaan supaya hal itu benar-benar tidak terjadi.

“Yang disampaikan Pak Prabowo itu bukan kita pesimistia. Itu salah tangkap namanya, justru kita waspada jangan sampai itu terjadi. Ada orang-orang yang merencanakan hal buruk terhadap Indonesia. Kita harus tangkal,” jelas Fadli.

Fadli mengemukakan, suatu negara akan bubar jika memiliki gejala-gejala seperti mulai hilang kedaulatan, aset-aset kekayaan nasional tidak berada di tangan sendiri, punya ketergantungan yang tinggi pada pihak asing, punya hutang yang banyak, dan lain sebagainya.

“Kemudian tahap-tahap menuju negara gagal itu juga ada, ada negara yang gagal karena narkotika, ada karena kemiskinan, atau ketimpangan antara mereka yang punya dengan yang tidak punya atau karena pemimpinnya lemah sehingga tidak bisa mengendalikan konflik-konflik sosial di masyarakat,” tandasnya. (dns)