Hallobogor.com, Dramaga – Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) genap berusia  10 tahun. Dengan mengangkat tema Memperkokoh Aksi Ekologis untuk Kampus Hijau, Fema siap bersaing dengan mengembangkan keilmuan dan penelitian hingga mendunia.

“Tiga Departemen yang ada di Fema mulai tumbuh dengan pesat. Ketiga Departemen tersebut dapat dimajukan bersama-sama, oleh sebab itu saya sampaikan  apresiasi untuk para dosen dan tenaga pendidikan Fema. Mudah-mudahan Fema tetap berjaya, kontributif untuk IPB, nasional dan internasional. Terus membumi dan mendunia,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr Yonny Koesmaryono yang mewakili Rektor IPB kepada Hallobogor.com, Rabu (05/08/2015).

Hal senada juga dikemukakan Dekan Fema Dr Arif Satria bahwa di hari jadinya yang ke-10 (2 Agustus 2015) ini, menjadi momentum  Fema untuk lebih berprestasi.

“Di usianya yang ke-10 ini, merupakan kesempatan bagi Fema untuk meningkatkan perannya dalam mengembangkan keilmuan maupun penelitian, memberikan kontribusi pada kebijakan pemerintah serta mengembangkan masyarakat, ujar Dr Arif.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB Prof.Dr Anas Miftah Fauzi memberikan testimoninya.

“Satu dekade, membuktikan kalau Fema itu memang kompak. Sebagaimana kita lihat progres Fema sangat baik. Sebagai anak bungsu perkembangannya cepat sekali. Kalau kita bicara ketahanan pangan dari sisi teknologi kita sudah selesai, tetapi masalahnya bagaimana cara mengkomunikasikan kepada masyarakat, saya harap Fema dapat mengisi kekosongan itu. Saya kira peran ketiga Departemen yang ada di Fema sangatlah penting,” terang Prof Anas.

Lalu apa Dekan Fema yang pertama Prof.Dr Hardinsyah yang menyampaikan harapannya untuk Fema ke depan.

Dengan tujuh budaya kerja Fema, yaitu tekun, jujur, adil, santun, kebersamaan, harmonis dan persaingan yang sehat, saya yakin membumi dan mendunia tak lama lagi dapat kita raih, ujarnya optimis.

Dies Fema yang ke-10 ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti jalan sehat, aerobik, lomba, ministral lecturer, serta peresmian kantin plasma sebagai kantin hijau dan kantin organik.

Secara konkrit Fema harus memberikan kontribusi pengelolaan lingkungan hidup. Sekarang sedang direncanakan sebuah demplot ekonomi biru, sebuah konsep kegiatan ekonomi yang zero waste. Dimana kantin-kantin yang ada di Fema akan disuplai gasnya oleh biogas ini. Nanti kita jual pupuk organik juga lele yang semua itu terintegrasi sebagai miniatur pendidikan lingkungan, tambah Arif (dang)