Hallobogor.com, Bogor – Forest Watch Indonesia (FWI) kembali menggelar kegiatan rutin bulanan bersama aktivis lingkungan di markas FWI Jalan Sempur Kaler, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jum’at (6/10/2017).

Dalam pertemuan kali ini, FWI lebih menyoroti kondisi ekosistem alam, hutan, dan hulu Sungai Ciliwung di kawasan Puncak. Pertemuan dikemas melalui “Ngaso Dongeng Ciliwung”. Acara terbuka ini dihadiri aktivis dan pegiat dari ISIP, KTH, Perhutani, IPB, serta masyarakat umum.

Melalui topik ini, FWI ingin mencoba menginternalisasi aktivitas keseharian publik dan meningkatkan kepedulian publik soal isu Ciliwung. “Kami mengajak dan membuat kegiatan-kegiatan kreatif agar tertarik dalam menyelamatkan hutan dan menyelamatkan Ciliwung. Kami duduk bareng untuk sharing hasil riset dan kajian-kajian FWI agar bisa disampaikan kepada publik dan harapannya agar mereka berpikir dan tergerak apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan Ciliwung dan hutan di Puncak,” papar Koordinator FWI, Anggi Putra Prayoga.

Aktivis lingkungan Sutisna (50), mengemukakan, saat ini isu yang berkembang tentang Ciliwung lebih banyak isu negatifnya. “Contohnya ketika Jakarta banjir banyak yang mengatakan itu kiriman dari Bogor,” katanya.

Melalui aksi dan program FWI ini, kata Sutisna, diharapkan dapat menjaga kebersihan Sungai Ciliwung dan mengampanyekan agar Sungai Ciliwung jangan dijadikan tempat alternatif membuang sampah. “Kami bersyukur gerakan yang sudah berjalan sembilan tahun ini tidak pernah putus,” ujar pria yang akrab disapa Mang Entis ini.

Mang Entis pun mendongengkan kondisi Ciliwung ketika dirinya masih belia. “Dulu ketika saya masih belia, Sungai Ciliwung ini selain jernih dan bersih, airnya bisa dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari, untuk kebutuhan memasak, minum, mencuci dan lain sebagainya. Namun apa yang bisa lihat sekarang ini Ciliwung berubah drastis menjadi pembuangan sampah, limbah dan tercemar,” ungkapnya.

Kondisi Ciliwung yang kekinian tersebut yang membuatnya miris sehingga tergerak untuk ikut serta dalam melestarikan Sungai Ciliwung. “Saya mempunyai mimpi, andaikata Sungai Ciliwung ini kembali seperti dahulu dengan airnya yang bening dihiasi pohon-pohon yang rindang di bantaran sungainya. Saya berharap kepada masyarakat, Sungai Ciliwung jangan dijadikan alternatif untuk membuang sampah. Ciliwung ini adalah salah satu sumber penghidupan sehari-hari yang seharusnya kita jaga, kita rawat, kita jaga kebersihannya. Ekosistemnya itu yang harus kita pelihara,” ajaknya. (dns)