Hallobogor.com, Pamijahan – Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang peduli terhadap lingkungan saat ini di Indonesia masih sangat kurang dari 50%.

Guna membuka spirit kebersamaan untuk membangun wilayah Pamijahan supaya lebih maju khususnya dibidang ekonomi dan usaha. Masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Pamijahan (Gapepam) melakukan deklarasi dan dialog, membedah potensi yang ada di Kecamatan pamijahan yang belum terkelola dengan maksimal.

Dialog Publik dengan mengambil tema ‘Pamijahanku, Antara Potensi dan Harapan serta Tanggung Jawab Perusahaan Terhadap Lingkungan ini di gagas oleh Gapepam, Minggu (15/12).



Wakil Ketua Gapepam, Ruhiyat Sujana mengatakan, perusahaan di Indonesia yang memperhatikan dan melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dalam kegiatan di bidang lingkungan masih minim. Hal itu dilihat dari masih kurangnya keinginan perusahaan di Indonesia untuk melakukan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan. 

“Hal ini menjadi topik yang menarik untuk dibahas dalam dialog kali ini bersama masyarakat. Mulai dari definisi  tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan, keuntungan nyata bagi perusahaan dan lingkungan, serta hal-hal yang dapat di implementasikan oleh perusahaan,” ujar Ruhiyat.

Maka untuk dapat melakukakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan, kata Ruhiyat maka dibentuklah Deklarasi Pengusaha dan Dialog Publik dan acara ini bertujuan membuka spirit kebersamaan untuk membangun wilayah Pamijahan supaya lebih maju khususnya dibidang ekonomi/usaha.

“Karena kami memandang banyak potensi yang ada di kecamatan pamijahan yang belum terkelola dengan maksimal. Termasuk beberapa perusahaan besar yang terletak dipamijahan salah satunya PT. Chevron dan Indonesia Power,” jelasnya.

Tentu hal itu juga bagian dari potensi yang harus didorong untuk ke arah pemberdayaan masyarakat setempat. “Kami berharap perusahaan-perusahaan bisa bekerjasam dan bersinergi dengan Gapepam agar tujuan pemberdayaan masyarakat bisa terwujud dan maksimal,” pungkasnya. (doy/hlb)