Hallobogor.com, Bogor – Masyarakat mulai mengeluhkan sulitnya mendapat gas elpiji 3 kilogram. Gas bersubsidi ini sulit ditemukan di pangkalan maupun pengecer di wilayah Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Seperti yang dikatakan Priatno (36), warga Bantarjati ini sudah sejak tiga hari lalu mencari penjual gas melon dari pengecer hingga ke pangkalan. “Semuanya habis. Di SPBU juga,” katanya.

Di tengah perjalanan pun, lanjut priatno, dirinya sering berpapasan dengan warga yang sama sedang mencari isi ulang gas 3 kg. “Seperti di daerah Teplan Kecamatan Tana Sareal. Saya mencari gas 3 kg sampai daerah itu, saya berkeliling dengan harapan ada pengecer yang masih memiliki atau menjual gas 3 kg tersebut. Tetap saja kosong,” ungkapnya.

Menurutnya, akibat langkanya gas 3 kg, kini harga di pasaran naik bervariasi dari Rp19.000, Rp20.000, dan Rp22.000.

Kondisi serupa diakui Mumuh (50), warga Cilendek, Kota Bogor. Bahkan ia mengeluhkan di samping gas melon yang langka ditambah lagi dengan masih tingginga harga cabai. “Bagaimana saya mencukupi kebutuhan keluarga dengan keadaan ekonomi seperti ini kalau semua harga kebutuhan semua naik. Saya berharap kepada pemerintah cobalah perhatikan kami sebagai rakyat kecil, agar kami bisa kembali berdagang atau usaha dengan lancar,” papar pedagang gorengan ini. (dns)