Hallobogor.com, Bogor – Sebagian warga si Bogor Selatan, Kota Bogor keluhkan kelangkaan gas melon berukuran 3 kilogram. Kelangkaan gas tersebut, menurut warga sudah terjadi selama tiga hari ini, baik di warung kelontongan dan pengecer gas bersubsidi.

“Gas tiga kilo gram susah didapat. Sampe sampe kelimpungan nyarinya. Sudah muter muter di warung sampe pengecer gak ada. Katanya lagi langka. Kelangkaan ada di wilayah Kelurahan Muarasari, Harjasari dan Kelurahan Sindangrasa,”ungkap Ny Herly warga Kampung Sirnagalih, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (26/04/2016).

Sementara warga lainnya mengatakan hal sama, salah satunya Husein, dirinya mengakui bahwa sudah hampir seminggu gas Melon diwilayahnya langka dan tidak ada di pasaran.

“Kita sampai mencari ke Ciawi, tetap saja gas tidak ada. Katanya pasokan dari agennya belum dikirim, jadi gas di warung warung pada kosong,”ungkapnya.

Marni pemilik warung yang tinggal di Muarasari membenarkan kelangkaan gas tiga kilogram sudah tiga hari ini belum dikirim lagi oleh pemasok.

“Biasanya setiap tiga hari sekali dikirim, tapi sekarang sudah empat hari belum ada pengiriman,”katanya.

Dikonfirmasi Kadisperindag Kota Bogor, Bambang Budianto, pihaknya membenarkan telah terjadi kelangkaan gas berukuran 3 kilogram disejumlah wilayah. Hal itu terjadi karena adanya permainan dari para agen-agen penyumpai gas bersubsisi tersebut.

“Tidak tegas akan dilakukan terhadap agen yang melakukan permainan pasokan gas, sehingga merugikan masyarakat. Disperindag sudah berkoordinasi dengan BPH Migas Kota Bogor, dan kita akan segera mengecek semua agen-agen penyuplai gas di Kota Bogor. Memang ada sejumlah wilayah yang mengalami kelangkaan gas, dan kita akan segera melakukan tindakan,” kata Bambang,”ujarnya. (dan).