Hallobogor.com, Bogor – PT. Putra Atma Jaya selaku pengembang bakal merealisasikan pembangunan hotel dan resort di lahan eks Bostinco PT. Perusahaan bidang usaha mebel terletak di Jalan Raya Pahlawan, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Belum lama ini pihak pengembang didampingi BPLH Kota Bogor, legal konsultan dan Muspika Kecamatan Bogor Selatan mulai gencar bersosialisasi dengan mengumpulkan kembali warga sekitar, terdiri dari para tokoh masyarakat dan sejumlah perwakilan Ketua LPM.

Dalam pertemuannya, pihak pengembang menjelaskan beberapa rancangan pembangunan hotel dan resort berikut konsep in design. Namun, ditengah pemaparan, mayoritas masyarakat menolak adanya pembangunan hotel dan resort. Mereka menilai akan berdampak luas terhadap lingkungan sekitar.

Salah satu warga RT05/06, Kelurahan Empang Bogor Selatan Asep Asnadi menyatakan kurang setuju dengan adanya pembangunan hotel dan resort yang akan dibangun pengembang diwilayahnya.

“Saya kurang setuju dan belum menandatangi izin warga untuk pembangunan hotel dan resort. Rumah saya berdekatan persis di lokasi yang akan dibangun hotel itu. Jika pun diharuskan setuju atau mendukung, saya minta ada syarat khusus,” kata Asep, saat menghadiri undangan sosialisasi di kantor Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (19/09/2016).

Senada Ketua LPM Kelurahan Bondongan Soni Dirgantara meminta pihak pengembang harus benar lebih mengutamakan dampak dilingkungan sekitar,sesuai dengan kajian, misal seperti analisis dampak lingkungan (Amdal) dan yang lainnya. Selain itu pengembang harus juga memberikan kontribusi 50 persen kepada warga sekitar terkait fasilitas untuk kebutuhan warga berikut konpensasi yang sesuai dengan keinginannya.

“Yang sudah-sudah juga pihak pengembang selalu bicara manis. Kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Warga selalu dibodohi oleh pihak pengembang. Oleh karena itu saya tegaskan kepada pengembang harus berpihak dan mengutamakan masyarakat. Jika tidak, warga akan mendatangi, meminta pembangunan nantinya diberhentikan,” tegas Soni.

Sementara Camat Bogor Selatan, Sudjatmiko mengatakan, pertemuan pihak pengembang dan legal konsultan bersana warga merupakan musyawarah bersama. Hal ini menindaklanjuti Permendagri tahun 2012, tentang perlu adanya setiap pembangunan dan amdal dilakukan konsultasi publik terhadap masyarakat.

Dalam pertemuan ini pihak konsultan amdal melakukan ekspose berupa apa yang akan dibangun dan hal apa saja yang menjadi tanggung jawab secara internal dan eksternal kepada warga sekitar yang mendapatkan dampak langsung terkait adanya pembangunan, antara lain dampak lalu lintas, KDB dan dampak air limbah.

“Pihak pengembang sudah menunjuk perwakilan warga untuk menandatangani persetujuan, yang mana nantinya akan membahas secara lebih konperhensif dan teknis didalam amdal itu sendiri,” kata Camat.

Terkait adanya kontra dari masyarakat, menurut Camat, dirasa sangat wajar, meski demikian dikira persoalan tersebut sudah clear. Karena dalam hal ini pihak pengembang sudah menjawab apa yang menjadi keinginan warga.

“Setiap pembangunan yang menjadi program pemerintah diwilayah, saya mendukung. Karena kami sifatnya hanya sebagai fasilitator,”kata Camat lagi.

Sementara perwakilan Pengembang Deni menjelaskan, terkait rencana pembangunan hotel dan resort saat ini masih dalam proses, baik perizinan maupun yang lainnya, termasuk sosialisasi kepada masyarakat sekitar masih tetap berjalan.

Deni juga mengatakan, pihaknya akan memberikan konpensasi kepada warga sekitar, seperti membantu masalah beasiswa, pembangunan Posyandu dan memberikan 50 persen warga masuk kedalam perusahaan dengan cara profesional.

Ketika ditanya soal adanya pro dan kontra dimasyarakat, menurut Deni pro kontra hal yang biasa dalam perencanan pembangunam sebuah perusahaan.

“Warga merupakan saudara yang harus dirangkul. Oleh karenanya kami lakukan konsultasi disertai sosialisasi, insya allah semua akan baik,”ungkap Deni.

Perlu diketahui, rencana untuk pembangunan hotel dan resort setinggi 4,5 lantai dan 8 kamar untuk resort dengan luasan lahan pembangunan 14,235 meter persegi. (dan)