Hallobogor.com, Bogor – Untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor gencar melakukan sosialisasi terhadap puluhan pelaku usaha terkait pengadaan alat tapping box.

Sekretaris Dispenda Kota Bogor, An An Andri menjelaskan, pengadaan alat tapping box tahun ini disebar sebanyak 200 alat yang dipasang di sejumlah wajib pajak yang menjadi prioritas, seperti di tempat hotel, parkir dan restauran.

Untuk 200 alat tapping box, kata An An, anggaran mencapai Rp2 Miliar, anggaran tersebut sudah termasuk garansi selama tiga tahun.



“Selain garansi tiga tahun, biaya termasuk perawatan dan maintenance,” ujar An An kepada Hallobogor.com.

Kegunaan alat tapping box, dikatakan An An, adalah untuk kepatuhan pengusaha wajib pajak, keadilan wajib pajak dan kepastian wajib pajak yang menghitung sendiri dan melaporkan jumlah pajak yang dibayar itu bisa dipastikan kebenarannya.

“Pada intinya pengadaan tapping box agar pengusaha jadi patuh, selain kami bisa mengontrol para wajib pajak. Dan pengadaan ini otomatis bisa meningkatkan PAD tiga kalilipat,” jelas An An.

Sementara itu An An menyebut, saat ini wajib pajak ada 2150 pengusaha di Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, pihaknya mengaku pengusaha restauran paling tinggi menunggak pajak.

“Dari jumlah pengusaha di Kota Bogor, yang paling tinggi menunggak pajak adalah pelaku usaha restauran. Sanksinya jelas, yang menunggak bayar denda,” tandasnya. (dan)