Hallobogor.com, Cibinong – Tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD Kabupaten Bogor yang mencapai Rp1,3 triliun masih menjadi sorotan rakyat.

Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Kabupaten Bogor, AY Sogir, menilai hal itu merupakan cerminan gagalnya Bupati dan jajaran serta DPRD dalam mengelola uang rakyat untuk pembangunan.

“Tingginya SiLPA bukti konkret Bupati dan DPRD sudah tidak sanggup lagi mengelola uang rakyat dari hasil pajak,” tegas AY Sogir, seperti dikutip Halloapakabar.com, Kamis (28/4/2016).



Sogir mengatakan, SiLPA yang tinggi telah membuat kepentingan rakyat terbengkalai akibat banyak kegiatan yang tidak terealisasi.

“Ini bisa meningkatkan rasa tidak percaya masyarakat Kabupaten Bogor untuk membayar pajak. Dan SKPD tak bekerja maksimal hanya diam dan menunggu bukan jemput bola, padahal usulan dari seluruh Kepala Desa untuk infrastruktur tak juga diakomodir,” katanya

LSM Gerak, kata dia, akan memberikan apresiasi jika pemerintah atau SKPD yang berhasil dalam melakukan pembangunan bagi bumi Tegar Beriman.

“Kami selaku lembaga kontrol sosial wajib mengeritisi agar kenerja SKPD lebih baik, dan perbaiki kinerja oknum PNS yang korupsi waktu dan menomor-duakan tanggung jawab. Inspektorat harus memberikan sanksi terhadap oknum PNS seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemimpin daerah agar mengganti kepala SKPD yang tidak ahli di bidangnya oleh orang yang lebih kompeten, kredibel dan akuntabel. “Selama ini banyak yang hanya asal ibu senang,” pungkasnya. (yad)