Hallobogor.com, Bogor – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor menggelar silaturahmi dan halaqoh kebangsaan kiai, santri, bersama umaro. Halaqoh kebangsaan bertema “Merawat Kebhinekaan adalah Sunatullah” ini digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falak Pagentongan, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (9/2/2017).

Acara ini dihadiri Kapolresta Bogor Kota Kombespol Suyudi Ario Seto dan jajarannya, Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf. Mukhamad Albar, Mama KH. TB Kholidi, Mama KH. Taufik Khudori, KH. Hifni Aku, Hifni Aly, KH.TB Agus Fauzan, dan KH. Mustofa ABN.

Ketua PC GP Ansor Kota Bogor, Rahmat Imron Hidayat, mengatakan, silaturahmi ini sangat penting. “Umaro dan para ulama harus berjalan beriringan karena demi kepentingan bangsa dan negara ini,” ucapnya.



Pria yang akrab disapa Romi ini menilai, jika umaro dan ulama tidak berjalan beriringan, bangsa ini akan terpecah belah, sebab keduanya harus terus bersinergi. “Saya pikir ini harus terus digulirkan. Silaturahmi ini harus ditingkatkan ke depan. Jika umaro dan ulama bersatu, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Karena sejarah bangsa ini didirikan tidak lepas dari peran para ulama,” ungkapnya.

Romi menjelaskan, acara ini dikemas bukan hanya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), namun semua elemen diundang. “NU akan patuh dan fatsun terhadap apa yang disampaikan kiai. Imbauan dan larangan KH. Ma’ruf Amin terkait aksi pada 11 Februari 2017 nanti, GP Ansor Kota Bogor sudah menginstruksikan kepada seluruh kader Ansor, Banser, dan santri, untuk tidak ikut aksi nanti,” tegasnya.

Pihaknya juga menanggapi adanya perbedaan pendapat antara MUI Kota Bogor dan Pemkot Bogor mengenai perayaan Cap Go Meh (CGM).

“Merawat kebhinekaan dan cinta Tanah Air itu merupakan sebagian dari iman. Artinya, Tanah Air di sini bermacam-macam suku, ras, agama, dan golongan itu harus saling menghargai dengan satu sama lain,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Kapolres Bogor Kota Kombespol Suyudi Ario Seto berharap, dengan silaturahmi dan do’a ini akan memperkuat dan memperkokoh kebangsaan. “Dengan begini saya juga meminta dukungan kepada kiai, ulama untuk dapat memberikan masukan yang mendinginkan. Apabila ada pimpinan atau ulama yang justru kontra produktif sebaliknya membuat situasi menjadi panas itu jadi tanda tanya,” terangnya. (dns)