Hallobogor.com, Bogor – Salah satu bentuk bencana alam yang kerap terjadi di Kota Bogor adalah pohon tumbang bersamaan dengan hujan deras dan angin kencang. Dalam setiap kali terjadi pohon tumbang, tidak sedikit menimbulkan korban jiwan dan kerugian material.

Belajar dari berbagai pengalaman tersebut, inisiator Gerakan Tanam Pohon (GTP), Heri Cahyono, mendesak agar pohon-pohon yang sudah berusia tua segera ditebang dan diganti (peremajaan, red) dengan yang baru melalui aksi penanaman pohon masal secara merata di setiap sudut Kota Bogor.

“Yang menyebabkan tumbangnya pohon ada beberapa faktor, salah satunya usia dari pohon itu sendiri. Pohon itu memiliki usia seperti halnya dengan manusia. Jika pohon itu sudah termakan usia atau sudah tua berarti pohon tersebut harus segera diganti dengan menanam pohon yang baru (regenerasi). Manfaatkan lahan-lahan yang kosong yang dimiliki instansi pemerintah untuk ditanami pohon, supaya instansi tersebut memiliki tanggung jawab dalam merawat dan memelihara lingkungannya dengan baik,” ungkapnya.



Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini juga meminta agar dinas terkait meningkatkan perannya dalam mengawasi dan mendeteksi pohon-pohon tua yang sudah keropos.

“Saat ini Pemkot baru melakukan pemangkasan ranting-rantingnya saja, padahal sebenarnya harus segera ditebang kemudian diganti dengan yang baru. Kalau tidak, ini bisa membahayakan. Intinya, Pemkot Bogor harus memperbanyak pohon-pohon untuk regenerasi supaya bencana pohon tumbang tersebut bisa ditanggulangi,” tegasnya.

Seperti yang sudah banyak dilakukan sebelumnya, GTP kembali melakukan penanaman pohon. Pada Minggu (7/5/17), GTP giliran melakukan penanaman pohon di halaman Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. (dns)