Hallobogor.com, Bogor – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pada ‘Kontes Domba Garut dan Kambing, Piala Kemerdekaan’, di Kebun Raya Bogor (KRB), Sabtu (27/08/2016).

Jokowi, sapaan akrab Presiden, mengatakan bahwa domba Garut, asal Jawa Barat, merupakan simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Domba Garut juga hadir sebagai salah satu unsur kebudayaan Jawa Barat. Sehingga, Domba Garut dianggap memberi dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.

Tercatat, kurang lebih 740 peternak mendaftar kontes ini. Dengan jumlah ternak yang dibawa para peserta diantaranya; Domba Garut mencapai 875 ekor, dan kambing sebanyak 250 ekor. Peserta memang didominasi peternak asal Jawa Barat.

Jokowi mengaku senang melihat bermacam domba Garut, yang jadi unggulan peserta. Ia pun kagum dengan tingginya harga Domba – domba kontes itu.

“Saya punya domba lima, belinya Rp 3 juta sampai 4 juta. Pikir saya sudah mahal, saya sudah dapat domba ada tanduknya sudah senang. Domba di pameran (kontes) ini harganya bisa mencapai Rp 50 sampai 120 juta rupiah,” ungkap Jokowi.

Ada empat kategori yang dilombakan pada kontes tersebut. Diantaranya, kategori Raja Pedaging, Raja Petet, Raja Kasep, dan Ratu Bibit.

Selain itu, kelas eksibisi seperti pementasan kambing perah dan domba catwalk, turut memeriahkan kontes tersebut.

Adapun, penilaian juri yang berasal dari Unsur Akademisi, Pemerintah, dan Komunitas Domba Garut, mencangkup hal sebagai berikut :

Kategori Raja Pedaging

Juri akan menilai bobot badan, panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak, lebar dada, dalam dada, dan lingkar pinggang Domba Garut. Pada kategori ini akan dicari domba yang potensial menjadi penghasil daging, yang kelak ditujukan dalam pemenuhan kebutuhan daging di Indonesia.

Kategori Raja Petet

Juri memilih domba berusia remaja, berusia di bawah 2 tahun, namun berpotensi menjadi pejantan.

Kategori Raja Kasep

Tim juri akan memilih domba yang berbadan kekar, bertanduk bagus, berbulu halus, dengan kondisi kesehatan yang prima.

Kategori Ratu Bibit

Juri menilai domba betina yang berkualitas baik, yang potensial menghasilkan anakan yang baik kualitasnya.

Dari berbagai keunggulan yang ada, Jokowi pun dengan optimis, mengajak masyarakat untuk turut beternak kambing, ataupun domba.

Disamping keunggulan yang dimiliki, ada pula sejumlah keuntungan yang didapat bila beternak domba. Seperti umur panen yang cepat, dan modal yang tak terlalu besar. Kecuali, bila peternak ‘nekat’ membeli domba bersertifikat yang telah juara pada sejumlah kontes, dengan harga puluhan, hingga ratusan juta.

“Ayo beternak kambing/ domba. Umur panennya cepat, dua tahun tiga kali beranak, dan modalnya tidak besar,” katanya.

Selain itu lanjut Jokowi, daging kambing juga baik untuk dikonsumsi. Asalkan dengan pengolahan yang benar, juga sehat.

“Daging kambing juga lebih sehat. Saya setiap hari makan daging kambing, asal dagingnya ya, bukan jeroannya, kolesterol saya rendah,” imbuhnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pun mengaku senang atas digelarnya kontes ternak domba, dan kambing oleh Presiden Jokowi ini.

Aher menuturkan diadakannya kontes Domba Garut sendiri merupakan suatu nilai, atau penghargaan, juga perhatian tersendiri yang diberikan Pemerintah Pusat bagi bagi para peternak domba dan kambing itu sendiri.

Menurut Aher, usaha peternakan memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat pedesaan di Jawa Barat. Baik sebagai usaha sambilan, maupun usaha utama. Ternak juga telah bersumbangsih sebagai pendapatan yang mendukung pembangunan di daerah.

“Kita tahu, domba Garut adalah salah satu jenis domba terbaik di dunia dengan ciri khas yang dimilikinya. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama jadikan acara Pentas Ternak ini bukan seremonial semata. Mari berkomitmen dengan segala strategi, Jabar mampu untuk swasembada daging,” kata Aher.

“Semoga, kontes ternak domba, dan kambing ini dapat juga meningkatkan minat masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk memberdayakan domba dan kambing asal Jawa Barat,” tambahnya.

Turut hadir dampingi Presiden Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Walikota Bogor Bima Arya, Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Yudi Guntara. (rin)