Hallobogor.com, Bogor – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Juni 2018 mendatang diperkirakan hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) perseorangan. Selebihnya, paslon dari partai politik.

Dua paslon perseorangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor tersebut, yakni Edgar Suratman – Sefwelly Gynanjar Dj dan Ade Masudi – Linda.

Paslon Edgar-Welly melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, Rabu 29 November 2017 pukul 14.15 Wib. Sementara Ade-Linda pada pukul 21.00 Wib.

Sedangkan hari Rabu 29 November 2017 adalah batas waktu terakhir pendaftaran bagi paslon perseorangan dan ditutup pukul 24.00 Wib. 

Sebelum mendatangi Kantor KPU Kota Bogor di Jalan Loader, Baranangsiang, paslon Edgar-Welly berkumpul di Padepokan Ma Ageung yang berjarak 50 meter dari Kantor KPU. Di sana, mereka mengadakan acara penyerahan dukungan dari warga Kota Bogor.

Selang beberapa saat kemudian, mereka dan rombongan lantas berjalan ke Kantor KPU diiringi tabuhan musik rebana dan adat Ki Lengser.

Setibanya di KPU, prosesi pendaftaran kedua balon perseorangan ini sempat harus menunggu beberapa menit karena surat mandat, surat tugas, dan berkas pendaftaran (B1 KWK, B2 KWK) masih dalam perjalanan. Tepat pukul 14.44 Wib, berkas dan persyaratan pun tiba. 

Dalam kesempatan tersebut, balon wali kota Bogor perseorangan, Edgar Suratman, menjelaskan kepada Komisioner KPU Kota Bogor, Edi Kholqi, bahwa dirinya telah mendapatkan dukungan 54.915 orang yang tersebar di 68 kelurahan dan enam kecamatan se-Kota Bogor.

Menurut Edi Kholqi, berkas persyaratan pendaftaran awal yang diserahkan Edgar-Welly sudah memenuhi syarat bahkan jumlah dukungan melebihi persyaratan. “Tapi nanti berkas administrasinya akan dihitung ulang dan disusul verifikasi faktual. Sesuai ketentuan, syarat minimal dukungan bagi calon perseorangan 51.014 dari jumlah DPT pemilu terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, paslon Ade Mashudi mengungkapkan alasan keterlambatannya mendaftar ke KPU sehingga dilakukan malam hari. “Penyerahan dukungan dan berkas pendaftaran ke KPU kami lakukan pada malam hari tidak ada pertimbangan apa-apa. Namun ketika persiapan kami saling menunggu satu sama lain juga ada informasi di sini masih ada calon yang lain, jadi kalau berbarengan akan lebih ramai. Jadi kami lebih baik mengalah dan memilih malam. Setekah berkumpul di rumah orangtua, perjalanan kami juga terjebak macet di proyek tol BORR,” ungkapnya.

Ade menandaskan, dirinya mencalonkan diri karena ingin ikut andil membangun Kota Bogor. Namun ia belum bersedia menyampaikan visi misi. “Saya tetap berdoa semoga Allah SWT mengizinkan kami menjadi bakal calon dulu dan nanti baru nanti setelah lolos dari KPU baru  beberapa program ke depan dalam pembangunan Kota Bogor dan penataan Kota Bogor baru kami akan kami sampaikan,” katanya. (cep/dns)