Hallobogor.com, Bogor – Tahukah Anda, pembuat bilah pisau asal Kota Bogor ini ternyata memiliki produk yang sudah sampai ke luar negeri. Padahal pisau buatannya tersebut masih dibuat dengan cara manual dengan alat seadanya.

Adalah A Friyana Wiradikarta warga asal Jalan Bojong Pesantren RT 01/03, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Ditemui Hallobogor.com di kediamannya, A Friyana mencurahkan ide serta keahliannya dalam membuat berbagai macam model pisau.

Friyana mengungkapkan, berlatarbelakang profesi sebagai seorang surveyor di kegiatan outdoor khususnya di aktivitas pendakian gunung, dirinya mengaku memiliki kegemaran mengkoleksi banyak pisau outdoor. Tak terhitung sudah berapa banyak koleksi pisau yang Ia punya. Sampai-sampai lemari tempat menyimpan koleksinya kata Dia sudah tak muat lagi.



“Karena sudah menjadi kebutuhan dalam profesi di lapangan, membuat saya suka mengoleksi pisau. Dari situlah terpikir ide untuk coba membuat pisau sendiri. Kebetulan saya punya basic dalam membuat desain,” ujar A Friyana yang juga hobi pada dunia fotografi.

Setelah mencoba buat pisau yang Ia desain sendiri, lanjut Friyana, dengan sengaja hasilnya Ia publish melalui sosial mesia (sosmed), dari situ teryata banyak kawan-kawan tertarik dan suka pisau hasil buatannya.

“Lewat sosial media tadi banyak permintaan dari teman-teman saya untuk dibuatkan pisau. Berawal dari permintaan tersebut di awal tahun 2015, saya mulai menjalankan usaha pembuatan pisau ini dengan nama label AFW Knife,” ungkap Dia Sabtu (30/04/16).

Dijelaskan Priyana, pisau yang dibuatnya lebih dominan pasa pisau adventure outdoor, pisau tersebut untuk aktivitas luar ruangan seperti keperluan ke gunung dan surveyor.

“Setiap pisau yang saya buat modelnya berbeda-beda begitupun dengan dimensinya. Semua tergantung keinginan pemesan. Bahkan tidak hanya membuat pisau untuk aktifitas diluar, ternyata banyak juga yang meminta saya untuk membuatkan pisau dapur. Pesanan lebih banyak adventure outdoor,”jelas Dia.

Pembuatan pisau yang masih manual membuat A Friyana kini fokus untuk lebih memperkenalkan hasil kerajinanya membuat pisau. Hanya dengan bahan yang dikerjakan melalui proses tempa, ada juga yang langsung dari lempengan yang kita gambar. Lalu dipotong bentuknya sampai jadi dengan pemotong khusus. Untuk lama pembuatan sekitar 2 minggu maksimal. Tergantung model, dimensi dan ketersediaan bahan.

“Semua saya kerjakan sendiri dari mulai tempa sampai membuat sarungnya. Sarungnya sendiri memakai kulit sapi asli yang dijahit atau menggunakan kayu berjenis sono keling. Untuk gagangnya ada yang memakai tulang ada juga yang memakai kayu,”katanya.

Dalam sebulan kata Priyana bisa menghasilkan membuat pisau 10-15 buah. Pisau yang dibuatnya semua menggunakan bahan baja berkualitas yang didapat dari Kota asal Surabaya, bahan tersebut hasil impor dari Amerika, Jepang dan Jerman.

“Kata orang, keunggulan pisau buatan saya ini kuat, simple dan elegan. Karena itu saya beri motto untuk produk saya “simple knives for outdoor activity”, ujarnya.

Sementara untuk pemasaran sendiri, dikatakan Priyana, saat inu dibantu sang istri Evi. Pisau-pisau ini dipromosikan melalui sosmed. Kebanyakan pesanannya itu masih satuan yang sifatnya untuk sovenir atau pajangan.

Selain sosmed, promosi juga melalui mulut ke mulut dan lewat pameran. Walaupun target dari pameran disini bukan untuk penjualan tapi mengenalkan dulu produk kita.

“Sekalipun masih satuan, namun produk saya telah tersebar di jabodetabek hingga Sulawesi. Sedangkan di luar Indonesia, ada yang memesan dari Swedia, Thailand, London, Korea, dan Brunei,” ucap A Friyana.

“Untuk harga bervariasi. Mulai harga 100 ribu untuk jenis pisau dapur hingga yang tertinggi pisau yang pernah dibuat seharga 3,5 juta jenis pisau adventure,”imbuhnya.

Terlepas dari ahli membuat pisau, rupanya Priyana juga memiliki usaha lain, dengan mendesihn gambar sesuai hobyny dengan membuat rompi untuk kebutuhan fotografer yang bisa masuk 4-5 lensa.

Setelah dicoba dan berhasil, rompi sebagai tempat menaruh lensa itu, animonya cukup bagus. Bahkan tidak hanya rompi, ada juga yang sekalian memesan celana gunung dan jaket untuk kebutuhan personal maupun instansi.

“Usaha rompi ini sudah lebih dulu berjalan sebelum pembuatan pisau. Disini saya hanya mendesain saja. Sedangkan untuk penjaitannya dibuat oleh teman saya di Sumedang. Animonya cukup bagus. Sampai pernah ada yang memesan dari Malaysia,” pungkasnya.(ndy).